DEMOCRAZY.ID – Penasihat Khusus Presiden, Said Iqbal, melontarkan pernyataan menohok terkait janji penciptaan 19 juta lapangan kerja yang sempat diusung pada Pilpres 2024.
Ia menegaskan bahwa komitmen angka tersebut datang langsung dari Gibran Rakabuming Raka, bukan berasal dari Prabowo Subianto.
Pernyataan ini menggeser narasi publik mengenai siapa pemegang kendali utama di balik janji manis masa kampanye lalu.
Publik kini melihat adanya pembagian batas tanggung jawab yang tajam di dalam struktur kepemimpinan baru.
Langkah Said memisahkan porsi janji antara presiden dan wakil presiden menciptakan dinamika politik baru yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Penilaian ini menantang asumsi masyarakat bahwa seluruh program kampanye merupakan keputusan tunggal Prabowo.
“Itu bukan pak Prabowo kan yang ngomong, wakilnya mas Gibran kan. Pas kampanye biasakan, hoperbola. Itu kan bahasa kampanye. Kalau ditanya apakah realistis? Jelas tidak realistis,” kata Said Iqbal dikutip dari wawancara Nusantara TV.
👇👇
View this post on Instagram
Pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka menjadikan penciptaan 19 juta lapangan kerja sebagai salah satu jualan utama pada masa kampanye Pilpres 2024.
Program ini dirancang untuk menarik simpati pemilih muda dan angkatan kerja yang mendambakan kepastian mata pencaharian.
Namun, memasuki masa pemerintahan, bayang-bayang PHK massal dan lesunya penyerapan tenaga kerja justru menjadi tantangan nyata.
Kondisi objektif dunia kerja inilah yang membuat janji 19 juta kesempatan kerja tersebut kini dipertanyakan keabsahannya.
Berdasarkan data Satu Data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI, jumlah pekerja yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di Indonesia mencapai 63.789 orang sepanjang Januari hingga September 2026.
5 provinsi dengan jumlah tenaga kerja terkena PHK terbanyak secara nasional adalah:
1. Jawa Barat: 13.044 orang (~20,45%)
2. Banten: 7.733 orang
3. Jawa Timur: 6.154 orang
4. Jawa Tengah: 5.585 orang
5. DKI Jakarta: 4.587 orang