DEMOCRAZY.ID – Pencopotan Purbaya Yudhi Sadewa dari kursi Menteri Keuangan belum juga lepas dari sorotan.
Kali ini, politisi Andi Sinulingga mempertanyakan keputusan tersebut karena masih ada menteri lain yang menurutnya justru punya catatan kinerja lebih buruk.
Andi secara terang-terangan menyebut Purbaya memang layak dicopot.
Namun, ia heran mengapa Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni masih bertahan di kabinet jika pemerintah melakukan evaluasi berdasarkan kinerja.
“Purbaya itu layak dicopot, tapi kenapa orang yang duduk di kursi Menteri Kehutanan ini tidak dicopot lebih dulu ya?” tulis Andi melalui akun X pribadinya, Rabu (16/9/2026).
“Padahal kinerjanya jauuuh lebih buruk,” sambungnya.
Pernyataan tersebut muncul setelah posisi Purbaya sebagai Menteri Keuangan digantikan dalam perombakan kabinet.
👇👇
Purbaya itu layak di copot, tapi kenapa orang yg duduk di kursi menteri kehutanan ini tidak di copot lebih dulu ya?, padahal kinerjanya jauuuh lebih buruk.
Perkara Amplop Raja Juli di Tangan KPK
https://t.co/U4VDZqM324https://t.co/eFAVchXXnG— Andi Sinulingga (@AndiSinulingga) September 15, 2026
Pergantian itu kemudian memunculkan perdebatan mengenai alasan pencopotan Purbaya dan evaluasi terhadap menteri-menteri lain yang masih berada di pemerintahan.
Nama Raja Juli pun ikut terseret dalam polemik tersebut.
Sorotan serupa sebelumnya datang dari Yudo Achilles Sadewa, putra Purbaya.
Yudo membagikan ulang sebuah infografis melalui Instagram Story yang membandingkan sejumlah catatan Purbaya selama menjabat Menteri Keuangan dengan Raja Juli sebagai Menteri Kehutanan.
Seakan2 Purbaya membalas perlakuan dzolim yang di lakukan pemerintah kepadanya.
Memecat dengan tidak Adil, tanpa pemberitahuan Dan mendadak.Pagi di pecat, siangnya udah lantik penggantinya. Sudah habis nilai2 kemanusiann Dan Hati nurani.
Purbaya membalas telak, Pidato yang…
— Hanafi Ahmad Lubis (@HansAhmadLubis) September 15, 2026
Dalam infografis tersebut, sejumlah pencapaian yang diklaim sebagai hasil kerja Purbaya ditonjolkan.
Di antaranya pertumbuhan ekonomi yang disebut tertinggi dalam 10 tahun terakhir, kenaikan pendapatan pajak hingga 22 persen, serta tindakan terhadap peredaran barang ilegal.
Sebaliknya, infografis itu memuat tudingan yang mengaitkan Raja Juli dengan persoalan banjir di Sumatera dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.
Tudingan tersebut merupakan isi dari infografis yang dibagikan Yudo dan tidak dengan sendirinya membuktikan adanya tanggung jawab pribadi Raja Juli atas berbagai bencana tersebut.
Yudo kemudian menambahkan komentar bernada tajam dalam unggahannya.
Ia menyinggung sosok yang disebutnya sebagai “mafia” dan mengaitkannya dengan dugaan ancaman terhadap Presiden apabila pemberantasan korupsi dilakukan.
“Well tau lah siapa mafianya. Dia ancam presiden supaya lengser kalo koruptor ditangkap. Sementara bapak pecatin koruptor,” tulis Yudo dalam Instagram Story, dikutip Rabu (16/9/2026).
Polemik pun berkembang.
Pencopotan Purbaya tidak lagi hanya diperdebatkan dari sisi pergantian Menteri Keuangan, tetapi juga menyeret pertanyaan mengenai bagaimana pemerintah mengevaluasi kinerja menteri lain yang masih berada di kabinet.
Adapun pernyataan bahwa kinerja Raja Juli “jauh lebih buruk” dibanding Purbaya merupakan penilaian Andi Sinulingga.
Sementara alasan resmi pemerintah terkait pergantian menteri menjadi dasar untuk melihat pertimbangan di balik keputusan tersebut.