DEMOCRAZY.ID — Tokoh senior nasional sekaligus Ketua Majelis Syura Partai Ummat, Amien Rais, melontarkan vonis telak terhadap masa depan politik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Berdasarkan kalkulasi diskursus publik dan gelombang tekanan hukum yang masif, Amien menilai Gibran sudah menjadi “kartu mati” dan mustahil bisa melenggang sebagai calon presiden atau calon wakil presiden pada kontestasi Pilpres 2029 mendatang.
Meski demikian, Amien membaca bahwa ambisi politik keluarga besar istana belum surut.
Menurutnya, mantan Presiden ke-7 RI Joko Widodo diprediksi akan terus mengerahkan segala daya upaya di sisa waktu yang ada untuk memuluskan jalan putranya.
“Namun, Jokowi telah, sedang, dan akan berusaha habis-habisan, supaya Gibran maju capres atau cawapres di 2029,” ujar Amien melalui tayangan kanal YouTube pribadinya, Senin (14/9/2026).
Dalam pandangannya, jalan legendaris Gibran menuju panggung kekuasaan masa depan dihantam oleh rangkaian benturan berlapis.
Amien mengingatkan kembali bagaimana gerakan Forum Purnawirawan Prajurit TNI (FPP TNI) sempat melayangkan desakan resmi kepada lembaga legislatif (DPR dan MPR) agar memproses pemakzulan Gibran sejak pertengahan 2025 lalu atas dasar dugaan cacat syarat formil sejak Pemilu 2024.
Kendati surat tuntutan tersebut sempat dipertanyakan kelanjutan prosesnya pada Agustus 2025 tanpa kejelasan memadai, tekanan politik di tingkat akar rumput tidak pernah surut.
Tekanan tersebut kini bertransformasi menjadi serangan terbuka yang dimotori oleh pakar hukum tata negara, Denny Indrayana, melalui pembukaan sayembara pembuktian ijazah SMA Gibran.
Nilai hadiah sayembara yang awalnya dipatok Rp 100 juta terus meroket hingga menembus angka di atas Rp 10 miliar sepanjang Agustus hingga awal September 2026.