Geram Cuma Ijazah Jokowi Yang Dipermasalahkan, PSI: Kenapa Ijazah Anies Tak Pernah Ditelisik?

DEMOCRAZY.ID — Riuh rendah polemik ijazah yang terus membara di ruang digital kini merambah ke babak baru yang semakin liar.

Setelah berbulan-bulan diskursus publik terkonsentrasi pada pusaran kontroversi dokumen akademik mantan Presiden ke-7 RI Joko Widodo, pusaran isu tersebut tiba-tiba melebar dan menyeret nama mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ke dalam pusaran spekulasi serupa.

Sentilan Lama yang Kembali Diangkat di Media SosialGelombang perdebatan ini bermula dari sebuah unggahan di platform X (Twitter) melalui akun @Tan_Mar3M yang membagikan kembali potret masa muda Anies Baswedan tatkala sedang berpidato.

Unggahan tersebut sebenarnya bukanlah barang baru, melainkan daur ulang dari narasi yang sempat beredar sejak 8 Mei 2025 lalu.

Dalam cuitannya, akun tersebut secara sengaja melempar bumbu provokatif dengan mempertanyakan alasan mengapa tidak ada satupun pihak yang menaruh curiga terhadap keaslian ijazah milik Anies.

“Kok ga ada yg curiga kalo adek ini berijazah palsu.. Karena ga planga plongo kali yak?” tulis akun tersebut, menggunakan diksi bernada menyindir untuk memancing reaksi warganet.

Respons Jubir PSI Dian Sandi Utama

Tak butuh waktu lama bagi unggahan bernada usil itu untuk menarik perhatian figur publik.

Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dian Sandi Utama, turut ambil bagian dengan melontarkan respons menohok di kolom komentar.

Respons ini sontak mencuri panggung lantaran Dian Sandi sebelumnya dikenal sebagai salah satu loyalis paling vokal yang aktif membela Jokowi dari gempuran isu ijazah palsu.

Tanpa pandang bulu, ia balik menyasar kelompok pengkritik dengan menyatakan bahwa budaya gemar menebar kecurigaan dan menuding ijazah orang lain sejatinya bersumber dari kelompok yang sama dengan si pengunggah.

“Tidak ada, karena semua yang suka curiga2 ke orang lain itu ada di kelompok kalian,” balas Dian Sandi tajam.

Jejak Digital di Tengah Badai Hukum Perkara Ijazah

Komentar spontan tersebut langsung memantik perhatian para penggiat media sosial, mengingat beberapa waktu lalu Dian Sandi sempat mengisyaratkan keengganannya untuk terus-menerus meladeni polemik ijazah yang kian berlarut-larut.

Rekam jejak digital mencatat bahwa namanya memang tidak bisa dipisahkan dari pusaran isu ini; ia pernah secara terbuka mengunggah potret ijazah Jokowi yang diperolehnya dari seorang rekan kerja demi mematahkan narasi miring para pengkritik.

Di tengah proses hukum yang kian meruncing—termasuk agenda sidang pokok perkara di Pengadilan Negeri Jakarta Timur yang kian dekat—perang narasi di ruang digital membuktikan bahwa isu keabsahan dokumen pendidikan para elite politik telah bermutasi menjadi komoditas perdebatan tiada henti antarkubu, menyeret siapa saja yang berada di panggung kekuasaan nasional.

Artikel terkait lainnya