Teka-Teki Akademik Terkuak! UGM Akhirnya Beberkan Kepastian Status Kasmudjo Terkait Hubungannya dengan Jokowi

Signature: TcT/aANhA9lwnEUI8uOl1TE8jmfKZkcwYVU98Msuh3lZPefjR0eqUHnSWiRjS4yhrJRhtkh9hnmUBjRsQQOkfPWBj799BNVCyupYHihjTJYuP21Jjup7FKmtAzBi9Wy+AqZ4Tx97CFoWe56rwAIuN+NJyc43fmpVud3JCujqoU4/s3gJVgXczonQ70NNkkqENmpckWznqYldIJTpDRFTTxrzxAIyx4oBQIQVgaVKA4GFkJ+2y72RKql0hL6ubnrCCMEqRS5o0tmFrNU7XIykR19YeYnHD6sP7A0EPp7P6YL32a8zhW42UrCSbNSeiWOSrfuVEJZS0ZhHp/ryYoXrozJd2VtAzvEkBpURMFRr8c7wjDYqgbKQKI2dJ6DlAFtSp0i4t3+WkYJ2LMG1CI+ge0eKue5BJf5N+psIcbRXK9Ty24yOFvXElNFy8WCv2HE09Ek0dYB++JwJC+bidWqSZWy5w9KDqf9dfIjKvjRQ5cKHOLLU70m5VAnVZ3ASvnJnZ7V3xAjWRPfof5RYoKwj8qmDFWCcNW1DHIxF49Z8/tIkMES7byMbMiueRoZ6Pj8Nra2bNegYxdJ2pYk0A7YoBhcQ8hzaZogZDJTTkJN2/PZZ9V6BafRq+4yTEFpOfzggW3w+4XWVpi+XBwLxel6JzIxLVyfQHBcu3N22BVCqqSl2H4TxZh095muw5Kylw/VT0TkOx/4y8z2VCRv1Tn3evM5EEXnIfwK5X8tO1xT5qmQuQlnKwQ0VH7ouZT0xbHU7mQdaba20Zl6Vula4Wiiqqbt4oRFEH1q2Q0iQpLF5AKOweyEs7cFzO1AMs9GGfKu79cHSabWhq5xpnpfdNwxGFD2B6qvH1qm9MklBh1WEhnk2cGwyfBMQyFWQey6sgQUc31SDl86hqrgcyJJsofToI5DMe+/L86db3bCbqlAzxB6Nt2S6K+6tIjFNnSN01xX0SaJLvOmBxofcrh58OQ9fjrzLLbpmOkC1IG4bPQI8uqI=

DEMOCRAZY.ID – Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menjelaskan posisi Ir.

Kasmudjo dalam perjalanan akademik Joko Widodo (Jokowi).

Kasmudjo disebut memang menjadi pembimbing akademik Jokowi, tetapi bukan pembimbing skripsinya.

Dekan Fakultas Kehutanan UGM, Sigit Sunarta, mengatakan Kasmudjo mendampingi Jokowi sejak semester kelima hingga menyelesaikan pendidikan di Fakultas Kehutanan UGM.

“Itu pembimbing akademik yang membimbing Pak Jokowi mulai semester kelima sampai lulus. Dulu sering disebut sebagai dosen wali,” ujar Sigit melalui kanal YouTube resmi UGM, dikutip Kamis (10/9/2026).

Sigit menjelaskan, pembimbing akademik dan pembimbing skripsi memiliki fungsi yang berbeda.

Pembimbing akademik mendampingi mahasiswa dalam urusan akademik selama menjalani perkuliahan.

Sementara pembimbing skripsi secara khusus mendampingi mahasiswa dalam proses penyusunan karya ilmiah sebagai salah satu syarat memperoleh gelar sarjana.

Dalam kasus Jokowi, Sigit menyebut pembimbing skripsinya adalah Dr. Ir. Ahmad Sumitro.

Dengan demikian, Kasmudjo dan Ahmad Sumitro memiliki posisi berbeda dalam perjalanan akademik Jokowi di Fakultas Kehutanan UGM.

Ahmad Sumitro disebut menjadi pembimbing skripsi Jokowi.

Sementara Kasmudjo bertugas sebagai pembimbing akademik atau yang pada masa itu lazim disebut dosen wali.

Kasmudjo Bukan Pembimbing Skripsi

Kasmudjo sebelumnya juga telah menyampaikan bahwa dirinya bukan pembimbing skripsi Jokowi.

Saat Jokowi berkuliah di Fakultas Kehutanan UGM pada 1980-1985, Kasmudjo disebut masih berstatus sebagai asisten dosen.

Penjelasan mengenai posisi Kasmudjo ini kembali menjadi sorotan di tengah polemik dugaan ijazah palsu Jokowi.

Nama Kasmudjo ikut mencuat lantaran sosoknya disebut memiliki hubungan akademik dengan Jokowi selama menempuh pendidikan di UGM.

Pada 2025, Jokowi bahkan mendatangi kediaman Kasmudjo di Pogung Kidul, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

Dalam unggahan di media sosial, Jokowi menyebut Kasmudjo sebagai dosen pembimbing akademiknya saat kuliah di Fakultas Kehutanan UGM.

“Hari ini, saya berkunjung untuk bersilaturahmi dengan Dosen Pembimbing Akademik saat kuliah di Fakultas Kehutanan UGM, Bapak Ir. Kasmudjo. Di usia 75 tahun, beliau masih sehat dan penuh semangat. Semoga Allah SWT senantiasa memberi kesehatan dan kekuatan kepada beliau,” kata Jokowi.

Jokowi Pernah Kenang Kasmudjo

Jokowi juga pernah menceritakan sosok Kasmudjo dalam acara reuni Fakultas Kehutanan UGM pada Senin (19/12/2017).

Saat itu, Jokowi mengenang Kasmudjo sebagai dosen yang tegas ketika dirinya masih menjadi mahasiswa.

“Beliau waktu membimbing, seingat saya galak sekali. Begitu maju, dibentak balik. Maju, dibentak lagi. Tapi sekarang saya melihat beliau sudah bijak sekali,” kenang Jokowi.

Jokowi kemudian menyampaikan terima kasih kepada Kasmudjo atas bimbingan yang diberikan selama dirinya berkuliah.

“Sekali lagi Pak Kasmudjo saya menghaturkan banyak terima kasih. Berkat bimbingan Bapak, di Jurusan Teknologi Kayu saya bisa menyelesaikan skripsi,” ucapnya.

Pernyataan tersebut kembali menjadi perhatian karena kini UGM secara tegas menjelaskan bahwa posisi Kasmudjo adalah pembimbing akademik, sedangkan pembimbing skripsi Jokowi adalah Ahmad Sumitro.

Said Didu Soroti Pernyataan Jokowi

Penjelasan UGM tersebut kemudian ditanggapi pengamat kebijakan publik Muhammad Said Didu.

Said Didu menilai terdapat persoalan dalam pernyataan Jokowi mengenai Kasmudjo.

“Artinya Jokowi jelas-jelas pembohong,” tulis Said Didu melalui akun X pribadinya.

Namun, penilaian tersebut merupakan pendapat Said Didu.

Adapun keterangan resmi Fakultas Kehutanan UGM membedakan secara jelas posisi pembimbing akademik dan pembimbing skripsi dalam perjalanan pendidikan Jokowi.

UGM menyebut Kasmudjo merupakan pembimbing akademik Jokowi sejak semester kelima hingga lulus, sedangkan pembimbing skripsinya adalah Dr. Ir. Ahmad Sumitro.

Artikel terkait lainnya