DEMOCRAZY.ID — Politisi PDI Perjuangan, Beathor Suryadi, menyampaikan apresiasi atas hasil investigasi yang dilakukan oleh Rismon Sianipar.
Berdasarkan penelusuran tersebut, Beathor mengklaim ditemukannya keberadaan dua sosok Joko Widodo terkait latar belakang pendidikan mantan Presiden ke-7 RI itu di Universitas Gadjah Mada (UGM).
Pernyataan tersebut diungkapkan Beathor pada Sabtu, 5 September 2026.
“Terima kasih Rismon Sianipar… Hasil kerja investigasinya menemukan 2 sosok Joko Widodo,” ujar Beathor.
Menurut pemaparannya, sosok Joko Widodo yang pertama didapatkan dari hasil perjumpaan dan percakapan Rismon Sianipar dengan mantan Rektor UGM, Prof. Dr. Sofyan Effendy.
Dari pertemuan itu, sosok tersebut diidentifikasi sebagai pribadi yang masuk ke Fakultas Kehutanan UGM pada tahun 1980.
“Pertemuan dan Obrolannya dengan Prof Dr Sofyan Effendy mantan Rektor UGM itu menghasilkan Joko Widodo asli, yang masuk Fakultas Kehutanan UGM pada tahun 1980,” tuturnya.
Lebih lanjut, Beathor menyebut bahwa sosok pertama tersebut hanya merampungkan masa studinya hingga tingkat Sarjana Muda sebelum akhirnya tidak lagi melanjutkan atau menghilang dari institusi tersebut.
“Joko Widodo asli ini hanya berkuliah sampai Sarjana Muda, lalu hilang,” kata Beathor.
Sementara itu, sosok Joko Widodo yang kedua dikaitkan dengan keterangan dari Kasmojo, figur yang disebut turut diwawancarai oleh Rismon.
Beathor mengklaim bahwa dalam perjumpaan tersebut, Kasmojo berada dalam kondisi ketakutan dan memberikan pengakuan terkait kapasitasnya.
“Rismon Sianipar juga berhasil ngobrol dengan Pak Kasmojo, yang dalam kondisi ketakutan. Dia menjelaskan bahwa umur dan jabatannya belum sampai pada posisi Assisten Dosen apa lagi Dosen pembimbing,” ujar Beathor.
“Dengan begitu Pak Kasmojo tidak kenal dengan Joko Widodo palsu atau yang disebut Jokowi tersebut,” sambungnya.
Dalam narasi yang sama, Beathor turut menyeret nama Prof. Dr. Pratikno—yang juga pernah mengemban jabatan sebagai Rektor UGM—dengan merujuk pada pandangan Prof. Dr. Yudi Haryono.
Ia menduga ada pihak yang memanfaatkan situasi hilangnya Joko Widodo yang asli.
“Lalu muncul Prof Dr Pratikno yang juga Rektor UGM yang kata Prof Dr Yudi Haryono adalah pelaku tunggal yang memanfaatkan kondisi Joko Widodo asli yang hilang, lalu memasukan berkas data Joko Widodo palsu atau JokoWi yang ijazah nya diwisuda pada bulan November 1985,” beber Beathor.
Ia juga menambahkan bahwa klaim waktu pelaksanaan wisuda tersebut sempat dinilai sebagai sebuah kejanggalan oleh pihak humas UGM.
“Dan itu kata humas UGM adalah anomali,” pungkasnya menutup pernyataan berkalimat “Salam Juang”.
Kendati demikian, seluruh narasi mengenai adanya klaim “Joko Widodo palsu” maupun tuduhan manipulasi data akademik sebagaimana disampaikan oleh Beathor merupakan klaim sepihak yang bersumber dari hasil penelusuran sejumlah pihak dan tetap memerlukan pembuktian serta verifikasi hukum yang valid.
[FULL VIDEO]