Budi Arie Tiup Isu Prabowo Tumbang Sebelu, 2029, Kader PDIP: Nafsu Jokowi Ingin Berkuasa Lebih Lama Itu Nyata!

DEMOCRAZY.ID – Unggahan pegiat media sosial Jhon Sitorus kembali viral di media sosial X pada Senin (25/8/2026). Dalam cuitannya, Jhon menghubungkan dua pemberitaan lama terkait wacana perpanjangan masa jabatan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dengan pernyataan terbaru Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi.

Cuitan Jhon Sitorus yang diunggah pukul 13.12 WIB siang tadi telah dilihat lebih dari 17,2 ribu kali.

Ia menyertakan dua tangkapan layar berita dari media nasional sebagai dasar pernyataannya.

“Secara tidak langsung, cerita tentang bu Megawati yang menggagalkan niat 3 periode Jokowi itu terkonfirmasi benar hari ini,” tulis Jhon Sitorus di akun @jhonsitorus_19.

Hubungkan Pernyataan Budi Arie dan Penolakan Megawati

Dalam unggahannya, Jhon menyorot berita berjudul “Bicara di Samping Jokowi, Budi Arie: Pak, Kok Insting Saya Ini Lebih Cepat dari 2029” yang saat ini Selasa, 25 Agustus 2026, ramai diberitakan berbagai media massa.

Berita kedua yang ia kutip adalah “Megawati Blak-blakan Alasan Tolak Jokowi Jabat Presiden 3 Periode” yang dimuat CNBC Indonesia pada Senin, 5 Agustus 2024 lalu.

Jhon menilai dua peristiwa itu saling berkaitan.

Ia menyebut pernyataan Budi Arie di samping Jokowi sebagai indikasi adanya keinginan untuk mempercepat agenda politik.

“Hanya waktu yang menjawab, tidak sampai 2 tahun Tuhan tunjukkan jika Nafsu Jokowi ingin berkuasa lebih lama itu nyata adanya lewat mulut Budi Arie,” tulisnya.

Budi Arie sebelumnya memang sempat menjadi sorotan karena pernyataannya yang menyebut “instingnya” terkait Pilpres lebih cepat dari 2029. Pernyataan itu disampaikan saat berada di samping Jokowi dalam sebuah acara partai.

Kontan pernyataan tersebut memicu spekulasi publik terkait kemungkinan adanya upaya memajukan jadwal Pemilu 2029.

Ingat Kembali Wacana 3 Periode

Jhon kemudian mengungkit kembali penolakan wacana jabatan presiden 3 periode.

Wacana itu sempat ramai diperbincangkan pada 2021-2022, sebelum akhirnya meredam.

Dalam cuitannya, Jhon menyebut penolakan itu datang dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

“Gagal 3 periode karena ditolak bu Mega, hari ini mereka ingin Pemilu 2029 dipercepat atau rezim ini LENGSER,” tegasnya.

Pernyataan Megawati terkait penolakan 3 periode memang pernah disampaikan secara terbuka.

Dalam acara Rakernas PDIP pada Agustus 2024, Megawati menyebut dirinya menolak jika Jokowi kembali mencalonkan diri untuk ketiga kalinya.

Penolakan itu dianggap menjadi salah satu faktor yang menghentikan bergulirnya wacana amandemen UUD 1945 terkait pembatasan masa jabatan presiden.

“Kebenaranlah yang Menang”

Jhon menutup cuitannya dengan kalimat dalam bahasa Sanskerta, “Satyam Eva Jayate. Kebenaranlah yang menang.”

Kalimat itu sering digunakan Jhon untuk menegaskan keyakinannya terhadap narasi yang ia sampaikan.

Cuitan Jhon ini memicu beragam komentar dari warganet.

Sebagian mendukung pandangannya dan menilai ada benang merah antara pernyataan Budi Arie dengan isu politik jangka panjang.

Sebagian lainnya menilai Jhon hanya mengait-ngaitkan dua peristiwa yang tidak berhubungan.

👇👇

Konteks Wacana 3 Periode dan Perpanjangan Masa Jabatan

Wacana perpanjangan masa jabatan presiden menjadi 3 periode pertama kali menguat pada awal 2022.

Beberapa menteri dan ketua umum partai politik saat itu menyatakan dukungan terhadap wacana tersebut dengan alasan stabilitas dan kesinambungan program pembangunan.

Namun wacana itu mendapat penolakan luas dari masyarakat sipil, akademisi, dan partai politik oposisi.

Jokowi yang saat menjabat preisden sendiri akhirnya menyatakan menolak dan meminta para menterinya untuk tidak lagi membicarakan isu tersebut.

Pada Agustus 2024, Megawati secara terbuka mengakui perannya dalam menghentikan wacana tersebut.

Ia menyebut demokrasi harus berjalan sesuai konstitusi dan tidak boleh ada upaya untuk mengubah aturan demi kepentingan kekuasaan.

Sementara itu, wacana Pemilu 2029 dipercepat sempat muncul di ruang publik beberapa kali, meski belum ada pembahasan resmi di DPR maupun pemerintah.

Konstitusi saat ini mengatur bahwa Pemilu dilaksanakan setiap 5 tahun sekali pada bulan Februari.

Pernyataan Budi Arie yang disebut Jhon Sitorus menambah daftar panjang spekulasi politik terkait arah kekuasaan setelah era Jokowi.

Budi Arie sendiri dikenal sebagai salah satu mantan menteri yang loyal kepada Jokowi.

Pengamat politik menilai, pernyataan-pernyataan tokoh publik terkait Pemilu 2029 akan terus menjadi bahan analisa publik, terutama terkait kesinambungan kebijakan dan arah politik nasional.

Di kolom komentar, warganet ramai membahas cuitan Jhon.

Tagar terkait 3 periode dan Pemilu 2029 sempat menjadi trending di X selama beberapa jam setelah unggahan itu viral.

Sebagian warganet meminta agar semua pihak fokus pada kerja pemerintahan saat ini dan tidak membuat kegaduhan politik.

Namun ada juga yang mendesak agar partai politik dan DPR segera menegaskan komitmen terhadap jadwal Pemilu 2029 sesuai undang-undang.

Artikel terkait lainnya