DEMOCRAZY.ID – Kader PDI Perjuangan, John Sitorus menyampaikan imbauan dan peringatan kepada masyarakat terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kalimantan.
Melalui unggahan di akun media sosial X pribadinya, John Sitorus meminta masyarakat tidak hanya menyalahkan pihak tertentu atas kejadian tersebut.
Dua nama yang turut disorot John adalah Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni dan Hashim Djojohadikusumo.
“Kalian jangan hanya MARAH ke Menhut Raja Juli Antoni, tapi juga Hashim Djojohadikusumo,” tulis John Sitorus, dikutip Selasa (25/8).
Ia menilai kedua nama tersebut tidak semestinya luput dari sorotan karena memiliki tanggung jawab dalam pengelolaan taman nasional.
“Dialah kepala satgas Taman Nasional yang membawahi 57 Taman Nasional di Indonesia,” ungkapnya.
Secara khusus, John juga menyinggung tanggung jawab Hashim terkait kebakaran yang terjadi di sejumlah taman nasional.
“Biar bagaimanapun, Hashim juga bertanggung jawab dengan kebakaran yang terjadi di berbagai Taman Nasional seperti Gunung Gede, Bromo, Way Kambas dll sebagai kepala Satgas bidang pembiayaan dan Pengelolaan,” sebutnya.
Di akhir pernyataannya, John menegaskan bahwa pihak yang memiliki tanggung jawab harus bersedia mempertanggungjawabkan persoalan tersebut.
Jika tidak, ia menyarankan agar pihak terkait mengundurkan diri.
“Kalau gak mau tanggung jawab, ya MUNDUR saja,” pungkasnya.
👇👇
Kalian jangan hanya MARAH ke Menhut Raja Juli Antoni, tapi juga Hashim Djojohadikusumo.
Baca JugaDialah kepala satgas Taman Nasional yang membawahi 57 Tamanan Nasional di Indonesia.
Biar bagaimanapun, Hashim juga bertanggungjawab dengan kebakaran yang terjadi di berbagai Taman Nasional… pic.twitter.com/Ht7EYTwXmK
— Jhon Sitorus (@jhonsitorus_19) August 24, 2026
Sebelumnya, sepanjang Agustus 2026, kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan kembali meluas seiring datangnya musim kemarau.
Kabut asap tebal menutupi sejumlah wilayah, aktivitas sekolah terdampak, dan masyarakat kembali mempertanyakan penyebab karhutla yang terus berulang setiap tahun.
Titik panas juga terdeteksi di sejumlah wilayah, sementara luasan lahan yang terbakar terus menjadi perhatian.
Di Palangka Raya, warga mengeluhkan kondisi udara yang memburuk. Jarak pandang menyempit dan mata terasa perih akibat kabut asap.
Petugas pemadam pun terus bekerja menangani kebakaran. Namun, api di lahan gambut kerap kembali muncul meski sebelumnya telah dipadamkan.