Rumor Prabowo Cuma Menjabat 2 Tahun Mencuat Lagi, Deklarasi Gerindra Disorot Tajam!

DEMOCRAZY.ID — Panggung politik tanah air kembali diguncang oleh kemunculan rumor lama yang sarat intrik tingkat tinggi.

Isu mengenai dugaan kesepakatan rahasia yang menyebut Presiden Prabowo Subianto hanya akan berkuasa selama dua tahun sebelum estafet kepemimpinan diserahkan kepada sang wakil presiden mendadak dihidupkan kembali ke permukaan publik oleh pengamat dan tokoh pers nasional, Lukas Luwarso.

Bangkitnya Rumor Dua Tahun dan Kilas Balik Bantahan Rosan

Isu panas yang menggelinding liar ini sejatinya bukanlah barang baru dalam diskursus politik nasional.

Narasi kontroversial tersebut sempat menjadi bola panas menjelang perhelatan Pilpres 2024 silam, sebelum akhirnya mendapat bantahan keras dan terbuka dari lingkaran dalam pemenangan Prabowo-Gibran.

Kala itu, Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Rosan Roeslani, dengan tegas mementahkan klaim sesat yang menyebut adanya skenario pembatasan masa jabatan presiden secara tidak wajar.

Rosan bahkan blak-blakan mengungkap bahwa narasi liar tersebut pertama kali dicetuskan oleh pengamat militer dan intelijen, Connie Rahakundini Bakrie, dalam sebuah sesi diskusi privat.

Menurut pengakuan Rosan, Connie sempat melontarkan skenario spekulatif yang bernada insinuasi terkait masa jabatan singkat, bahkan menyeret asumsi-asumsi ekstrem yang sama sekali tidak berdasar.

“Pernyataan yang dua tahun itu bukan datang dari saya. Beliau (Connie) mengatakan, ‘Ini gimana kalau sudah dua tahun, atau kalau tiba-tiba Pak Prabowo, saya ini orang intelijen, bisa saja Pak Prabowo diracun, bisa lebih cepat, itu gimana?’, dia bilang begitu,” ungkap Rosan dalam kesaksiannya membongkar asal-usul isu tersebut.

Rosan mengaku langsung memotong dan menolak pembahasan spekulatif yang dinilainya melampaui batas kepatutan politik itu.

Baginya, kubu pemenangan tidak pernah merancang skenario absurd semacam itu untuk merendahkan kedaulatan mandat rakyat.

“Saya bilang, ‘Bu, udahlah, itu tidak pantas. Ya sudahlah, kita, sih, nggak ada pikiran seperti itu lah, janganlah’,” tegas Rosan menolak mentah-mentah skenario tersebut.

Meskipun bantahan resmi telah lama menutup celah perdebatan, rumor beracun itu justru kembali disetir ke ruang publik oleh Lukas Luwarso dalam tayangan di kanal YouTube Forum Keadilan TV yang diunggah pada Rabu, 5 Agustus 2026.

Di tengah analisisnya, Lukas menilai bahwa dinamika politik seputar isu tersebut tetap menarik untuk dicermati, kendati ia sendiri mengakui bahwa kebenaran di balik rumor itu tidak pernah memiliki bukti sahih.

Gerindra Pasang Badan: Deklarasi Cepat 2029 Sebagai Jawaban?

Merespons bayang-bayang rumor masa jabatan singkat yang terus berembus di koridor kekuasaan, Lukas Luwarso menyoroti langkah taktis yang diambil oleh Partai Gerindra.

Ia mencermati adanya gerakan politik cepat dari partai penguasa yang memutuskan mendeklarasikan kembali Prabowo Subianto sebagai calon presiden untuk Pilpres 2029.

Langkah deklarasi dini tersebut dinilai berlangsung dalam rentang waktu yang relatif singkat setelah Prabowo secara resmi dilantik memegang tampuk kepemimpinan tertinggi negara.

“Makanya ada satu settingan agar di ulang tahun ke-17 itu… waktu itu diumumkan ketua panitianya atau Sekjennya bahwa Prabowo akan maju lagi tahun 2029,” ujar Lukas menyoroti manuver internal partai.

Dalam kacamata analisis politiknya, percepatan konsolidasi dan pengumuman pencalonan kembali tersebut dapat dibaca sebagai respons langsung atau perisai politik untuk mematahkan narasi sesat ihwal batas kekuasaan dua tahun yang diembuskan pihak luar.

Kendati demikian, di tengah simpang siurnya informasi dan klaim sepihak yang sempat dilontarkan Connie Rahakundini Bakrie—yang sebelumnya mengaku mendapat bocoran skenario peralihan kekuasaan kepada Gibran Rakabuming Raka—hingga detik ini tidak pernah ada satu pun konfirmasi resmi maupun bukti yudisial yang mampu memvalidasi keberadaan “kesepakatan dua tahun” tersebut.

Panggung kekuasaan tetap berjalan di atas rel konstitusi resmi, sementara intrik dan rumor politik terus menjadi komoditas panas yang menguji ketahanan istana di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto.

Artikel terkait lainnya