Gempar Dunia Intelijen! Eks Agen Yakin Ijazah Jokowi Dibuat di Pasar Pramuka, Seret Nama Mantan Wamen?

DEMOCRAZY.IDPolemik keabsahan ijazah mantan Presiden ke-7 RI Joko Widodo kembali diseret ke pusaran kontroversi menyusul pengakuan mengejutkan dari seorang purnawirawan perwira menengah intelijen.

Kolonel (Purn.) Sri Radjasa Chandra secara terbuka menyatakan keyakinannya bahwa dokumen akademik UGM milik sang mantan kepala negara sarat dengan kepalsuan, bahkan menyeret nama sentral sentra perdagangan hingga lingkar relawan istana.

Nyanyian Mantan Intelijen: Menuding Pasar Pramuka hingga Hilangnya Rekam Jejak Skripsi

Dalam keterangannya di kanal YouTube Forum Keadilan TV, Sri Radjasa menyebut keyakinan tersebut menguat setelah ia melakukan penelusuran silang atas informasi yang sebelumnya pernah dilontarkan oleh politikus senior PDIP, Beathor Suryadi.

Ia meyakini bahwa pembuatan dokumen tiruan tersebut memiliki jejak yang tersembunyi di balik bilik-bilik kios kawasan perdagangan Pasar Pramuka, Jakarta Timur.

“Ahlinya (pembuatan ijazah palsu) ada di belakang kios-kios itu,” cetus Sri Radjasa.

“Jadi ketika Pak Beathor mengatakan bahwa ada kaitan Pasar Pramuka, dan kemudian saya teliti beberapa hal tentang kepalsuan ijazah itu, saya sekarang sudah yakin bahwa itu palsu,” imbuhnya menegaskan.

Selain menunjuk lokasi yang identik dengan sentra percetakan tersebut, ia berargumen bahwa keraguan itu kian terdongkrak oleh lenyapnya sejumlah instrumen administratif fundamental yang semestinya melekat pada perjalanan akademik seorang mahasiswa, seperti lembar penilaian dan naskah skripsi asli.

“Bahkan rekam jejak ijazah ini hilang, seperti misalnya skripsi, terus kemudian lembar penilaian. Artinya semakin memperkuat bahwa ini palsu,” ungkap dia.

Menyerat Nama Paiman Raharjo dan Reaksi Panik di Lingkar Kekuasaan

Tak berhenti pada teori produksi dokumen, investigasi ala purnawirawan intelijen ini turut mengaitkan nama mantan Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT), Paiman Raharjo.

Sri Radjasa mengklaim, informasi yang ia peroleh dari sejumlah jejaring di kawasan Pasar Pramuka mengarah pada keterlibatan figur yang dikenal sebagai petinggi kelompok relawan pendukung setia tersebut.

“Saya dapat informasi dari teman-teman Pasar Pramuka bahwa di situ ada Paiman, relawan Sedulur Jokowi, yang kemudian mendapat jabatan wamen. Begitu saya angkat masalah ini, begitu kelabakannya Paiman,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi ataupun klarifikasi lanjutan dari pihak Joko Widodo, Paiman Raharjo, maupun otoritas Universitas Gadjah Mada untuk merespons rentetan tudingan tajam yang dilayangkan oleh sang mantan perwira intelijen tersebut.

Artikel terkait lainnya