Rocky Gerung Ramal Kabinet Merah Putih Dirombak Total Agustus 2026, Ini Alasan Mendasarnya!

DEMOCRAZY.IDPengamat politik Rocky Gerung menilai Presiden Prabowo Subianto menghadapi tantangan besar di internal pemerintahan setelah hampir dua tahun memimpin Indonesia.

Menurutnya, evaluasi terhadap kinerja para menteri menjadi semakin mendesak, terutama setelah muncul hasil survei yang menunjukkan penurunan tingkat kepuasan publik terhadap pemerintah.

Rocky berpendapat sejumlah menteri yang berasal dari partai-partai koalisi belum mampu memenuhi ekspektasi Presiden Prabowo.

Kondisi tersebut, menurutnya, dapat menjadi alasan kuat bagi kepala negara untuk melakukan perombakan Kabinet Merah Putih dalam waktu dekat.

“Kalau sudah 2 tahun, kapasitas dari mereka yang bikin perjanjian tidak memungkinkan presiden tampil secara efektif, ya mesti dibongkar perjanjian itu,” kata Rocky Gerung dalam kanal YouTube Hendri Satrio Official, dikutip Jumat (31/7/2026).

Ia menilai perjanjian politik yang menjadi dasar pembentukan koalisi memang harus dihormati.

Namun, kesepakatan tersebut tidak boleh menghambat efektivitas pemerintahan apabila kondisi di lapangan menuntut adanya perubahan.

“Tidak mungkin dia takut. Dia presiden, kok. Jadi, kalau dikatakan takut, artinya ada perjanjian yang mesti dia hormati. Kalau dia langgar perjanjian itu, maka dia dianggap tidak etik. Tapi sekali lagi, perjanjian politik itu tidak boleh permanen,” ujarnya.

Rocky juga mengaitkan pentingnya evaluasi kabinet dengan hasil survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC).

Berdasarkan survei tersebut, tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo disebut mengalami penurunan dari 81 persen pada akhir tahun lalu menjadi 51,1 persen pada Juli 2026.

Menurut SMRC, penurunan tersebut dipengaruhi oleh persepsi publik terhadap kondisi ekonomi, politik, serta penegakan hukum yang dinilai memburuk.

Berkaca pada kondisi tersebut, Rocky memperkirakan Presiden Prabowo akan mengambil langkah yang lebih tegas terhadap para pembantunya di kabinet.

Meski demikian, ia menegaskan pandangan tersebut murni merupakan analisis pribadi.

“Ini dugaan saya, bukan karena pembicaraan dengan seseorang.”

Sementara itu, pemerintah memastikan hingga kini belum ada agenda resmi terkait reshuffle Kabinet Merah Putih.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan Presiden belum membahas perombakan kabinet dalam waktu dekat.

Menurut Prasetyo, apabila nantinya terjadi perubahan susunan kabinet, kemungkinan hanya untuk mengisi sejumlah jabatan yang masih kosong akibat perubahan sebelumnya.

“Kalaupun mohon maaf ya kalaupun misalnya ada (reshuffle), barangkali untuk mengisi kekosongan-kekosongan dari beberapa posisi yang karena perubahan yang kemarin ditinggalkan oleh pejabat yang lama,” kata Prasetyo.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari Presiden Prabowo Subianto mengenai rencana reshuffle kabinet.

Wacana tersebut masih sebatas analisis pengamat dan spekulasi politik yang berkembang di ruang publik.

Artikel terkait lainnya