Kebijakan Ngawur Istana Disorot Tajam! Celios Kuliti Habis Pembentukan URI: Pimpinan Kampus Dilantik Tapi Gedungnya Belum Ada, Aneh Sekali

DEMOCRAZYID – Pendiri Center of Economic and Law Studies (Celios), Media Wahyudi Askar, mengkritik gagasan Universitas Republik Indonesia (URI) yang dicetuskan Presiden Prabowo Subianto.

Menurutnya, hanya di Indonesia pimpinan kampus sudah ditunjuk bahkan dilantik, sementara kampusnya sendiri belum ada.

“Hanya di Indonesia, gubernur atau pimpinan kampus ditunjuk tapi kampusnya belum ada,” kata Media Wahyudi Askar, dikutip dari YouTube CNN Indonesia, Kamis (30/7/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut sama seperti menunjuk direktur rumah sakit, tetapi rumah sakitnya sendiri belum berdiri.

“Ini sama seperti menunjuk direktur rumah sakit, tapi rumah sakitnya belum ada,” ucapnya.

Media Wahyudi Askar mengaku bingung. Ia pun mempertanyakan logika yang dibangun dalam dunia pendidikan di Indonesia.

“Ini logika macam apa yang dibangun dalam pendidikan kita hari ini,” sambungnya.

Di sisi lain, menurutnya, gagasan URI juga patut dipertanyakan mengingat kampus tersebut mengusung konsep pendidikan kebangsaan.

“Tunjukkan kepada kami, apa studi pendidikan kebangsaan yang dibutuhkan hari ini,” ungkapnya.

Padahal, menurutnya, yang dibutuhkan saat ini bukan pendidikan kebangsaan.

“Yang dibutuhkan hari ini adalah penguatan industri, lapangan kerja, peningkatan kualitas kerja yang baik supaya orang-orang tidak bekerja 14 jam sehari,” ucapnya.

“Itu yang dibutuhkan balai latihan kerja dan masyarakat hari ini,” sambung Media Wahyudi Askar.

Menurutnya, konsep tersebut serupa dengan retret kabinet di pemerintahan Prabowo maupun retret kepala daerah.

“Tetapi kemudian muncul pendidikan kebangsaan, bahkan ada retret pejabat yang dilakukan Prabowo di awal-awal. Itu kan pendidikan kebangsaan,” paparnya.

Namun, menurutnya, hasilnya belum terlihat. Ia menyinggung sejumlah peserta retret yang belakangan ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Hasilnya hampir 10 bupati/wali kota ditangkap KPK. Hingga hari ini juga korupsi masih luar biasa. Jadi pendidikan kebangsaan macam apa yang ingin dilakukan?” pungkasnya.

Pembangunan 10 URI

Pemerintah berencana membangun 10 kampus URI. Hal itu diungkapkan Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia.

Menurutnya, kehadiran URI bertujuan memberikan bekal kepemimpinan nasional dalam jangka panjang.

Konsepnya menggabungkan pembentukan karakter dan pendidikan akademik.

“Presiden memberikan perhatian besar terhadap bagaimana Indonesia menyiapkan pemimpin masa depan. URI menjadi salah satu instrumen untuk membangun sumber daya manusia yang memiliki kapasitas, integritas, dan jiwa kepemimpinan,” ujar Donny.

Menurutnya, tantangan Indonesia ke depan membutuhkan pemimpin yang tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga pemahaman mendalam mengenai tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, ekonomi, teknologi, serta persoalan sosial yang semakin kompleks.

Konsep Universitas Republik Indonesia disebut terinspirasi dari sistem pendidikan kepemimpinan publik di Prancis melalui École nationale d’administration (ENA), yang kini bernama Institut National du Service Public (INSP).

Melalui pendekatan serupa, URI diharapkan menjadi tempat pembinaan calon pemimpin Indonesia yang memiliki perpaduan antara kompetensi profesional, wawasan kebangsaan, serta karakter pelayanan kepada masyarakat.

Pendidikan di URI nantinya tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga membentuk pola pikir strategis, kemampuan mengambil keputusan, kepemimpinan organisasi, dan etika dalam menjalankan amanah publik.

“Pemimpin tidak cukup hanya pintar secara akademik. Mereka harus memiliki karakter, kemampuan manajerial, serta memahami bagaimana mengelola negara dengan baik,” kata Donny.

Artikel terkait lainnya