Skandal Mega Korupsi Terbongkar! Bobby Nyaris Diciduk KPK Lewat Operasi Tangkap Tangan

DEMOCRAZY.ID — Borok penegakan hukum di tubuh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali diguncang isu miring yang melibatkan lingkaran kekuasaan tertinggi di daerah.

Berdasarkan laporan investigatif dan ulasan mendalam yang diangkat oleh Tempo, tersiar kabar mengejutkan bahwa Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, sejatinya nyaris terseret dan diringkus dalam operasi senyap penegakan hukum.

Namun, rencana penangkapan terhadap menantu mantan Presiden Joko Widodo itu mendadak kandas di meja birokrasi internal lembaga antirasuah akibat sikap pimpinan yang diduga enggan memberikan lampu hijau.

“Sebenarnya Bobby Nasution (Gubernur Sumatera Utara) itu sudah mau ditangkap di OTT itu, tapi pimpinan KPK yang ada di kantor tidak mau tanda tangan surat penangkapan,” demikian ulasan yang mengemuka dari laporan Tempo, sebagaimana dibagikan melalui platform X.

👇👇

Jejak Kasus: Vonis Topan Ginting dan Pusaran Proyek Puluhan Miliar

Skandal Mega Korupsi Terbongkar! Bobby Nyaris Diciduk KPK Lewat Operasi Tangkap Tangan

Isu krusial ini kembali mencuat ke permukaan menyusul rentetan penindakan yang dilakukan oleh KPK terhadap lingkaran terdekat sang gubernur.

Sebagaimana diketahui, lembaga rasuah sebelumnya sempat melancarkan Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menyasar Topan Ginting, sosok yang kala itu menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Sumatera Utara.

Penangkapan tersebut berkaitan erat dengan pusaran rasuah proyek infrastruktur jalan senilai puluhan miliar rupiah yang digarap pada medio Juni 2025 lalu.

Proses hukum atas skandal tersebut pun telah bergulir di pengadilan, di mana Majelis Hakim akhirnya menjatuhkan vonis pidana penjara selama 5,5 tahun kepada Topan Ginting pada April 2026.

Kendati orang kepercayaan di ring satu pemerintahannya telah dijebloskan ke bui, lolosnya sang kepala daerah dari jerat operasi tangkap tangan terus menjadi tanda tanya besar di tengah publik.

Dugaan Intervensi Pimpinan KPK Picu Spekulasi Miring

Kabar mengenai keengganan pimpinan KPK untuk membubuhkan tanda tangan pada surat penangkapan Bobby Nasution langsung memantik gelombang reaksi keras serta kecurigaan publik.

Langkah pimpinan lembaga antirasuah yang menahan instrumen hukum tersebut dinilai sebagai bentuk intervensi struktural demi melindungi figur-figur kuat yang terafiliasi dengan kekuasaan pusat maupun daerah.

Skandal urung diciduknya sang kepala daerah di tengah operasi tangkap tangan ini dikhawatirkan semakin merontokkan sisa-sisa kredibilitas KPK di mata masyarakat, memperkuat asumsi bahwa hukum kerap tajam ke bawah namun tumpul ketika berhadapan dengan lingkaran elit penguasa.

@tempo.co Kedekatan Bobby Nasution dengan Topan Ginting serta Muryanto Amin Tersangka korupsi jalan Sumatera Utara, Topan Obaja Ginting, ditengarai orang dekat Bobby Nasution. Rektor Universitas Sumatera Utara Muryanto Amin juga diduga berada di lingkaran Bobby. Simak selengkapnya di YouTube Tempodotco dan Spotify Tukang Kupas Perkara. Tayang premiere hari Kamis, 6 November 2025 pukul 19.30 WIB. @tvtempo #TukangKupasPerkara #Tempodotco ♬ original sound – Tempo.co

Artikel terkait lainnya