DEMOCRAZY.ID — Keputusan pengacara kondang Hotman Paris Hutapea untuk menerima mandat sebagai kuasa hukum mantan Jampidsus Febrie Adriansyah tampaknya berbalik menjadi bumerang telak.
Langkah profesional tersebut seketika memicu gelombang reaksi negatif yang menghujani reputasi pribadi maupun firma hukumnya di ruang publik.
Tekanan bertubi-tubi datang dari berbagai arah, mulai dari kritik terbuka yang dilayangkan oleh putra kandungnya sendiri, aksi unjuk rasa di depan kantor hukumnya, hingga gerakan masif unfollow di media sosial (cancel culture) yang digalang oleh netizen.
Di tengah badai kecaman tersebut, kondisi fisik sang pengacara dikabarkan ikut merosot tajam akibat kelelahan dan tekanan pekerjaan yang terlalu tinggi.
Polemik ini semakin memantik perhatian publik setelah akun Instagram resmi @hotmanparisofficial mengunggah sebuah video pernyataan dari salah satu anggota Tim Hotman 911 wilayah Cirebon, Jawa Barat.
Dalam tayangan tersebut, perwakilan tim menyampaikan kekhawatiran mendalam atas kondisi kesehatan Hotman Paris yang nekat langsung bekerja meski baru saja menjalani tindakan medis besar.
“Kepada senior saya, abang saya, guru saya, Bang Hotman Paris, saya dari tim Hotman 911 Cirebon, Jawa Barat, hanya ingin mengingatkan kepada Bang Hotman tentang masalah kesehatan. Berhubung tanggal 9 Juli 2026 lalu baru melaksanakan operasi syaraf kejepit di Singapura dan menurut anjuran dokter, Bang Hotman masih harus istirahat. Opname selama dua minggu untuk pemulihan atau penyembuhan total, tapi abang lebih memilih untuk terus bekerja,” ujar pria dalam video tersebut, dikutip Rabu (22/7/2026).
Pihak tim menyebutkan bahwa Hotman terlampau memaksakan diri di tengah situasi karier yang sedang diuji oleh kontroversi penanganan perkara tingkat tinggi.
Padahal, rekam jejak kesuksesannya di dunia hukum sudah tidak perlu diragukan lagi.
“Pada kenyataannya, Abang terlalu memaksakan diri untuk bekerja. Menurut saya, Abang itu sudah sangat sukses. Tapi ada satu yang lebih penting, yaitu kesehatan,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa sang pengacara belakangan ini kerap mengeluhkan rasa sakit yang teramat sangat sebagai dampak sisa pasca-operasi syaraf kejepit.
Dukungan moral pun disuarakan agar Hotman mau menarik diri sejenak demi pemulihan total.
“Kami semua, sebagai junior abang, sangat mengkhawatirkan kesehatan Abang, apalagi abang akhir-akhir ini sering mengeluh pascaoperasi dan kesakitan yang teramat sangat luar biasa. Saya dan kami semua di sini hanya mampu mendoakan untuk kesehatan kesembuhan Abang… Salam dari kami, tim Hotman 911,” pungkasnya.
Unggahan video permohonan agar Hotman Paris beristirahat ini sontak memicu spekulasi liar di tengah masyarakat.
Banyak pihak menduga bahwa kondisi kesehatan yang memburuk, ditambah gempuran kritik sosial dan tekanan keluarga atas pembelaannya terhadap Febrie Adriansyah—yang tengah tersandung kasus korupsi kakap—bisa menjadi momentum bagi Hotman untuk mundur dari perkara tersebut.
Hingga kini, publik masih menanti langkah lanjutan dari sang pengacara sensasional di tengah gelombang ketidakpuasan publik yang kian membakar lini masa.