Bongkar Siasat Istana! Hubungan Baik Jokowi dan Prabowo Justru Berbalik Jadi ‘Bahaya Besar’ untuk Gibran

DEMOCRAZY.ID – Di tengah dinamika politik nasional yang kian menghangat menjelang kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029, pengamat politik Adi Prayitno melontarkan pandangan menarik terkait peta kekuatan di lingkaran kekuasaan.

Hubungan harmonis yang terjalin antara Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden petahana Prabowo Subianto justru dinilai memunculkan dilema tersendiri yang bisa menjadi “sinyal bahaya” bagi langkah politik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke depan.

Dalam analisisnya, Adi meragukan skenario di mana Jokowi akan secara frontal mendorong Gibran maju sebagai calon presiden menantang Prabowo di 2029, apabila relasi politik kedua tokoh senior tersebut tetap berada dalam koridor yang baik dan solid.

“Banyak pihak yang menduga rasa-rasanya agak sulit untuk dibayangkan bahwa misalnya Pak Jokowi akan memajukan Gibran melalui PSI ataupun partai politik yang lain. Kan itu yang dibayangkan oleh publik mengingat ya hubungan kedua tokoh ini kan baik-baik saja,” ungkap Adi melalui kanal YouTube Adi Prayitno Official, yang dikutip Senin (20/7/2026).

Teka-Teki Sikap Politik Poros Solo

Lebih lanjut, Adi menyoroti bahwa arah dukungan politik yang akan diambil oleh Jokowi bersama Partai Solidaritas Indonesia (PSI) serta jaringan relawannya masih menyisakan tanda tanya besar, khususnya jika konstelasi politik kelak tidak menempatkan Gibran sebagai pendamping Prabowo untuk periode kedua.

“Apakah akan terus bersama dengan Prabowo lillahi ta’ala tanpa harus calon wakil presiden Gibran di situ, ataukah akan membentuk poros politik sendiri? Itulah yang kemudian menjadi teka-teki yang per hari ini sepertinya belum ada terang yang bisa disimpulkan,” tandasnya.

Di sisi lain, spekulasi mengenai keretakan hubungan antara kubu istana dan lingkaran Jokowi kerap ditepis oleh para pendukung pemerintah.

Sebelumnya, Ketua DPP PSI Bestari Barus sempat mengungkapkan instruksi langsung yang diterimanya dari Jokowi saat melakukan pertemuan di Solo pada Kamis (18/6/2026) lalu.

Menurut Bestari, Jokowi secara tegas meminta agar PSI tetap fokus mengawal kepemimpinan Prabowo-Gibran hingga tuntas dua periode.

“Kepada kami beliau menyampaikan kok bahwa kita itu diminta untuk mengawal Pak Prabowo-Gibran ini, bahkan ya, bahkan, bahkan sampai dua periode. Jadi nggak ada itu fitnahan, fitnahan tentang bakal ada dua matahari. Matahari gimana bisa dua? Ada-ada aja,” ujar Bestari.

Artikel terkait lainnya