Mahfud MD Bocorkan 3 Skenario ‘Lolos’ Febrie Adriansyah, Islah Bahrawi: Ini Karpet Merah untuk Koruptor!

DEMOCRAZY.ID – Direktur Jaringan Moderat Indonesia (JMI), Islah Bahrawi, merespons pernyataan Mahfud MD terkait kasus yang menyeret mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah.

Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam), Mahfud MD, menilai terdapat sejumlah kemungkinan yang dapat membuat Febrie Adriansyah lolos dari jerat hukum.

Saat ini, perkara yang melibatkan Febrie Adriansyah telah diserahkan kepada pihak kepolisian.

Mahfud menyebut setidaknya ada tiga skenario yang berpotensi membuat Febrie lolos dari proses pidana terkait dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Pertama, Febrie mengajukan praperadilan atas penetapan dirinya sebagai tersangka.

“Mungkin saja praperadilan itu dimenangkan Febrie karena dia dijadikan tersangka tanpa diperiksa lebih dulu, kemudian kasusnya dialihkan ke kejaksaan,” kata Mahfud dalam kanal YouTube Terus Terang.

Mahfud menilai pelimpahan perkara seperti itu tidak dikenal dalam hukum acara pidana Indonesia.

“Pelimpahan dalam kasus Febrie ini tidak dikenal, bahkan tidak dibenarkan menurut Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana di dalam negeri,” tuturnya.

Skenario kedua, Kejaksaan Agung memperlambat proses penyidikan.

Selain itu, Mahfud menilai Korps Adhyaksa berpotensi melokalisasi perkara kepada tersangka lain sehingga peran Febrie maupun pihak lain yang diduga terlibat menjadi tidak berkembang.

Skenario ketiga adalah pengembangan perkara yang berujung pada deponering atau penghentian penuntutan demi kepentingan umum.

Menurut Mahfud, skenario ini merupakan kondisi terburuk bagi upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.

“Perkembangan yang terjadi sejak Sabtu (11/7) sekitar pukul 15.00 WIB memang sangat mengkhawatirkan bagi perkembangan dunia hukum kita,” ujarnya.

Pernyataan Mahfud tersebut kemudian ditanggapi oleh Islah Bahrawi. Ia menilai ketiga skenario itu sangat mungkin terjadi.

Menurut Islah, apabila ketiga skenario tersebut benar-benar terjadi, maka pemerintah telah mengkhianati rakyat.

Ia juga menilai kondisi tersebut akan menciptakan ruang yang aman dan nyaman bagi para pelaku korupsi.

“Jika 3 skenario ini benar terjadi, maka betapa brutal dan gamblangnya pemerintahan ini dalam mengkhianati rakyat dengan memberi ruang nyaman kepada para koruptor,” tulis Islah melalui akun Threads miliknya.

“Terima kasih Prof. Mahfud MD atas pandangannya terkait potensi probabilitas yang akan terjadi,” lanjutnya.

👇👇

 

Lihat di Threads

 

Artikel terkait lainnya