Skandal Muktamar NU Tercoreng! Miliaran Rupiah ‘Uang Haram’ Beredar Demi Menangkan Kandidat Tertentu

DEMOCRAZY.ID – Miliaran uang dalam tas hitam beredar di tengah proses pemilihan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur.

Uang itu mencapai US$200 ribu dan Rp1 miliar serta diduga berkaitan dengan upaya memenangkan salah satu kandidat.

Hal itu diungkap Gus Lilur menyebut ada pihak yang memobilisasi tas-tas tersebut saat pemilihan anggota Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa).

“Ia memobilisasi tas-tas hitam saat pemilihan ahwah. Tas hitam itulah isinya 200.000 USD, yang isinya Rp1 miliar,” kata Gus Lilur dalam podcast, Rabu (23/9/2026).

Gus Lilur kemudian menceritakan salah satu tas yang disebut berisi uang tersebut.

Menurut dia, uang itu diberikan kepada Kiai Afifuddin Muhajir.

Sekitar sepekan setelah Muktamar, uang tersebut disebut dikembalikan kepada Saifullah Yusuf atau Gus Ipul.

“Seminggu setelah Muktamar dikembalikan oleh Al-Mukarram Kiai Afifuddin Muhajir ke Saifullah Yusuf,” ujarnya.

Gus Lilur juga meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa langsung Kiai Afifuddin Muhajir untuk mengklarifikasi informasi tersebut.

“Saya berharap rekan-rekan penyidik KPK berkenan untuk melakukan tabayun ke Kiai Afifuddin Muhajir yang diberikan uang 200.000 USD dan Rp1 miliar,” kata Gus Lilur.

Dikaitkan dengan Pemilihan AhwaGus Lilur mengaitkan peredaran tas hitam tersebut dengan pemilihan Ahwa dalam Muktamar NU.

Dalam keterangannya, ia menyebut ada sejumlah kiai yang disebut mengetahui atau melihat peredaran tas tersebut.

Ia juga menyebut nama Kiai Nurul Huda Jazuli dalam rangkaian cerita tersebut.

Menurut Gus Lilur, salah satu tas dibuka oleh Gus Kausar, putra Kiai Nurul Huda Jazuli.

Tas tersebut disebut berisi uang.

“Dikasih, dibuka sama Gus Kausar, duit isinya,” ujar Gus Lilur.

Gus Lilur kemudian menyebut sejumlah nama anggota Ahwa lainnya dalam ceritanya.

Namun, ia menyampaikan nama-nama tersebut dalam konteks dugaan yang menurutnya perlu diklarifikasi lebih lanjut.

Ia juga menyebut apabila pemberian uang kepada Kiai Afifuddin benar terjadi, anggota Ahwa lainnya perlu diperiksa untuk mengetahui apakah mereka menerima pemberian serupa.

Cerita mengenai tas hitam tersebut disampaikan Gus Lilur bersamaan dengan klaim mengenai dugaan peredaran dana dalam jumlah besar menjelang Muktamar.

Ia sebelumnya mengaku memperoleh informasi informal dari pihak yang disebutnya penyidik KPK mengenai uang sekitar Rp480 miliar yang dibawa dari wilayah selatan Jakarta menuju Jombang menggunakan dua mobil Land Cruiser yang diangkut dengan towing.

Namun, dalam keterangannya, Gus Lilur tidak menjelaskan secara langsung apakah US$200 ribu dan Rp1 miliar yang disebut berada dalam salah satu tas merupakan bagian dari Rp480 miliar tersebut.

[VIDEO]

Artikel terkait lainnya