Cak Imin Kena Semprot: Ada Masalah Dengan Gus Yahya, Kenapa Bawa-Bawa HMI?

DEMOCRAZY.ID – Pegiat media sosial, Ferry Koto, turut merespons pernyataan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, yang menyinggung kepemimpinan Nahdlatul Ulama (NU) dalam lima tahun terakhir.

Pernyataan tersebut merujuk pada kepemimpinan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di bawah Ketua Umum KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya.

Ferry menyesalkan adanya narasi yang membawa-bawa latar belakang Gus Yahya sebagai jebolan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dalam persoalan internal NU.

Minta Cak Imin Tidak Bawa-bawa HMI

Dikatakan Ferry, persoalan antara Cak Imin dan Gus Yahya seharusnya dapat diselesaikan tanpa menyeret organisasi lain.

Ia bahkan menyebut Cak Imin seperti menambah daftar pihak yang berpotensi berseberangan dengannya.

“Seperti arek cilik ae jenengan cak Imin. Kurang banyak musuh ta?” ujar Ferry, Minggu (30/8/2026).

Ia mempertanyakan alasan HMI ikut diseret dalam polemik yang terjadi.

“Ada masalah dengan Gus Yahya selesaikan saja berdua, kenapa bawa-bawa HMI?” lanjutnya.

Ferry juga mengkritik sikap Cak Imin yang terkesan terlalu mudah menunjuk pihak lain dalam menyampaikan persoalan.

“Koyok wis jadi orang terkuat di Indonesia saja, seenak udel nuding-nuding pihak lain,” tegasnya.

Ia meminta Cak Imin lebih berhati-hati dalam membangun narasi, terutama ketika menyangkut organisasi yang memiliki banyak kader di lingkungan NU.

“Yang waras cak. Kader HMI banyak yang warga NU, ndak sedikit juga tokoh NU yang juga adalah HMI dari dulu sampai sekarang,” imbuhnya.

Sesalkan Narasi HMI Disebut Biang Masalah

Ferry menilai narasi yang berkembang seolah menempatkan HMI sebagai penyebab persoalan yang terjadi di tubuh PBNU. Ia mempertanyakan dasar pelabelan tersebut.

“Kok sampeyan buat seolah HMI biang masalah di PBNU?” cetus Ferry.

Kata dia, tidak sedikit kader HMI yang juga menjadi bagian dari warga maupun tokoh NU.

Karena itu, Ferry mempertanyakan kemungkinan adanya anggapan bahwa kader HMI tidak lagi dapat menjadi bagian dari NU.

“Apa jenengan mau kader HMI dikeluarkan semua dari NU, ndak boleh lagi jadi warga NU jika menjadi HMi?” tandasnya.

Ferry pun kembali menegaskan bahwa narasi yang dilontarkan tersebut sebagai sesuatu yang berlebihan.

“Edan narasinya,” kuncinya.

Sebelumnya, dalam sebuah video yang beredar di media sosial, Cak Imin menyinggung soal kondisi kepengurusan NU lima tahun belakangan ini.

Karena itu, di tengah Muktamar NU yang saat ini berlangsung, Cak Imin menilai bahwa tema terbesar saat ini adalah menyelamatkan NU dari keterburukan lima tahun terakhir.

“Ini yang juga tidak banyak muncul minggu-minggu ini ya. Bulan-bulan lalu masih banyak berita NU. Harus kita akui jujur terburuk,” kata Cak Imin.

Dia menyebut, kejujuran dalam menilai kepengurusan NU lima tahun terakhir, menjadi bagian dari konsekuensi untuk mengatasi masalah tersebut.

“Kejujuran itu sebagai bagian dari konsekuensi untuk kita melakukan apa di dalam menolong keterburukan itu. Yang jelas, terburuk karena diemban oleh alumni HMI kira-kira gitulah,” sebut Cak Imin.

“Ini kalau orang PMI aja gak jujur ngomong itu, siapa yang akan jujur?” tambahnya.

Artikel terkait lainnya