Sayembara Ijazah Gibran Tembus Rp3 Miliar Lebih, Gus Nur Sentil Ucapan Congkak Termul “Kalau Cuma Segitu Buat Apa?”

DEMOCRAZY.IDPeta kekuatan politik, kalkulasi suksesi kepemimpinan nasional, hingga perdebatan seputar arah kebijakan pemerintahan terus memancing berbagai analisis mendalam dari para akademisi, pengamat, serta kalangan politisi.

Perkembangan Sayembara Ijazah dan Tanggapan Gus Nur

Penceramah Sugi Nur Raharja atau yang akrab disapa Gus Nur mengungkapkan bahwa nilai sayembara terkait keabsahan ijazah Gibran Rakabuming Raka kini telah menembus angka lebih dari Rp1 miliar.

Gus Nur menjelaskan, sayembara ini pada awalnya digaungkan oleh pakar hukum tata negara, Denny Indrayana, dengan nilai awal Rp100 juta.

Namun, angka tersebut melonjak setelah muncul pihak yang menantang dan meremehkan nominal awal tersebut.

“Dulu di awal-awal sayembara dikeluarkan oleh Denny Indrayana masih Rp100 juta, lalu Termul dengan congkaknya bilang: ‘kalau cuma Rp100 juta buat apa? Rp1 miliar dong’,” ungkap Gus Nur.

Meskipun nilai sayembara kini menyentuh angka fantastis, Gus Nur menekankan bahwa inti dari permasalahan ini bukanlah soal uang semata.

Menurutnya, isu ini sangat krusial karena menyangkut keabsahan dokumen administrasi yang digunakan seseorang untuk mendapatkan akses serta legitimasi terhadap kekuasaan.

Kritik Terhadap Kalangan Pendukung Kekuasaan

Dalam kesempatan yang sama, Gus Nur juga melontarkan kritik tajam kepada pihak-pihak yang ia nilai selalu membela penguasa tanpa sikap kritis.

Ia mengibaratkan para pembela tersebut sebagai “londo ireng” atau penjilat.

Menurutnya, fenomena banyaknya tokoh, termasuk dari kalangan pemuka agama yang merapat ke lingkaran kekuasaan, bukanlah hal yang mengejutkan dalam dinamika politik saat ini.

Ia bahkan menyamakan situasi tersebut dengan era kekuasaan masa lalu seperti Firaun.

“Firaun saja ada penjilat, ada londo irengnya, ada penyembahnya. Apalagi penguasa yang banyak duitnya. Makanya tidak kaget banyak londo ireng, penjilat, gus, kiai, habib banyak penjilat itu tidak kaget, karena negara ini sudah dicabut berkahnya,” tegas Gus Nur.

Sebagai penutup, ia juga menyoroti respons dari pihak yang bersangkutan atas polemik yang terus bergulir di tengah masyarakat.

[FULL VIDEO]

Artikel terkait lainnya