Pengakuan Tokoh Kunci! Peran Vital Pratikno Dibongkar Habis-Habisan di Balik Misteri Ijazah Jokowi

DEMOCRAZY.ID — Pusaran polemik keaslian dokumen akademik Presiden ke-7 RI Joko Widodo terus melebar dan menyeret nama-nama besar di ring dalam lingkaran kekuasaan.

Kali ini, pengamat politik Rizal Fadillah melontarkan pengungkapan mengejutkan dengan membeberkan dugaan adanya empat figur kunci—yang disebutnya sebagai “Empat O”—yang memegang kendali penuh di balik kontroversi pemalsuan ijazah tersebut.

Di antara nama-nama yang diseret ke permukaan, mantan Menteri Sekretaris Negara yang kini menjabat sebagai Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Pratikno, disebut-sebut memegang peran paling krusial karena kedekatan historisnya dengan Jokowi sejak masa kepemimpinan di Universitas Gadjah Mada (UGM).

“Ada empat O. Jokowi Dodo, Pratikno, Eko Sulistyo dan Paiman Raharjo,” beber Rizal Fadillah dalam tayangan YouTube Forum Keadilan TV, dikutip Jumat (24/7/2026).

Menurut analisa Rizal, jejak keterlibatan Pratikno bahkan telah bermula jauh sebelum gerbong kekuasaan Istana dikuasai, yakni saat pencalonan Jokowi sebagai Wali Kota Solo pada tahun 2005 silam.

Kala itu, Pratikno masih menjabat sebagai Dekan FISIPOL UGM sebelum akhirnya menduduki kursi Rektor.

“Sebelum dia jadi Rektor UGM. Apalagi (saat) jadi rektor. Karena ijazah itu penentu di kampus itu rektor,” ungkapnya tajam.

Berkat peran strategis dan pengamanan dokumen di tingkat institusi pendidikan tinggi tersebut, Rizal menilai wajar jika Pratikno kemudian diganjar posisi strategis sebagai Mensesneg selama dua periode penuh kepemimpinan Jokowi, hingga posisinya saat ini di kabinet.

Peran Eko Sulistyo di KPU Solo hingga Langkah Pengaduan Masyarakat

Tak hanya menyeret Pratikno, sorotan tajam juga diarahkan kepada Eko Sulistyo.

Berdasarkan penelusuran Rizal, Eko memegang peran tak kalah vital dalam memuluskan keabsahan dokumen administratif pada awal karier politik lokal Jokowi.

Eko disebut-sebut berperan langsung dalam meloloskan verifikasi berkas saat menjabat sebagai Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Solo di masa pencalonan perdana wali kota.

“Kalau Eko Sulistyo dia yang paling aktif. Dia dulu ketua KPUD Solo yang pertama menentukan dokumen itu,” tambahnya.

Menindaklanjuti hasil penelusuran dan analisis mendalam terhadap jaringan tokoh-tokoh tersebut, Rizal Fadillah menyatakan bahwa pihaknya tidak hanya berhenti pada opini publik.

Ia mengaku telah mengambil langkah hukum formal dengan memasukkan laporan melalui mekanisme Pengaduan Masyarakat (Dumas) kepada pihak kepolisian agar dugaan pemalsuan dokumen ini dapat diusut tuntas secara pidana.

Di tengah kerasnya benturan hukum yang menjerat para pengkritik di pengadilan, akankah bongkahan skandal lingkaran dalam ini mampu membuka kotak pandora yang selama ini rapat ditutup?

Artikel terkait lainnya