Pengakuan Mengejutkan Gus Nur! Pernah ‘Disogok’ Rp 3 Miliar untuk Amankan Isu Ijazah Jokowi, Begini Responnya

DEMOCRAZY.ID – Sugi Nur Raharja atau Gus Nur mengaku pernah mendapat tawaran uang miliaran rupiah agar mengakui ijazah Presiden ke-7 RI, Jokowi, sebagai ijazah asli.

Pengakuan tersebut disampaikan Gus Nur saat berbicara dalam sebuah tayangan yang kemudian beredar luas di media sosial.

Ia menyebut tawaran itu datang sebelum bulan Ramadan.

Diceritakan Gus Nur, sebelum ditawari uang Rp3 miliar, ia lebih dahulu menerima sebuah jam tangan yang disebut bernilai puluhan juta rupiah.

“Demi Allah ini sebelum puasa saya ditawari uang Rp3 miliar. Ada menantu saya, ada anak saya, sudah saya bahas,” ujar Gus Nur, Selasa (14/7/2026).

Ia kemudian melanjutkan bahwa pemberi tawaran sempat menghadiahkan jam tangan yang disebut seharga Rp92 juta.

“Saya dikasih jam harganya Rp92 juta. Tapi sebelum menawari uang Rp3 miliar ngasih jam dulu,” ucapnya.

Saat menerima hadiah tersebut, Gus Nur mengaku belum mengetahui identitas orang yang datang kepadanya.

“Yaudah saya terima. Saya kan tidak tahu kalau dia orangnya Jokowi,” tukasnya.

Ia juga mengingat ucapan yang disampaikan pemberi hadiah tersebut.

“Nih Gus pakai jamnya Gus. Kenang-kenangan. Oke makasih mas,” Gus Nur mengikuti gaya bicara orang tersebut.

Selain jam tangan, Gus Nur mengaku juga menerima bantuan untuk masjid.

“Nih Gus untuk masjid Rp100 juta. Oke saya terima mas,” lanjutnya.

Diajak Melihat Ijazah Asli

Gus Nur mengatakan, setelah itu barulah pembicaraan mengarah pada tawaran uang miliaran rupiah.

Ia mengaku dijanjikan akan diperlihatkan ijazah asli Jokowi apabila bersedia datang ke Solo.

“Ya wis Gus. Aku lebatin gak iso. Wis duitnya tak ganti ini. Telung miliar tak ganti ini sama. Enggak ada pesantren mana, buat pesantren lagi. Ayo,” Gus Nur menuturkan.

“Sampean tak ajak ke Solo silaturahmi ke sana, tak tunjukkan ijazah aslinya nanti,” tambahnya.

Meski mengaku tengah membutuhkan dana untuk pembangunan masjid dan pernah menghadapi berbagai persoalan hukum, Gus Nur menegaskan dirinya tetap menolak tawaran tersebut.

“Rp3 miliar mas. Kalau saya mata duitan tak terima. Masalahnya ini prinsip,” tegasnya.

Ia menepis anggapan bahwa sikapnya didasari rasa benci kepada Jokowi.

“Jadi kalau sama bilang ini benci. Saya bilang ini prinsip. Siapa gak butuh duit. Bangun masjid belum selesai waktu itu. Tapi ini prinsip. Saya gak mau mengganggu prinsip saya,” tandasnya.

Lebih jauh, Gus Nur juga menyinggung sejumlah perkara hukum yang pernah dihadapinya.

“Rp3 miliar, Rp4 miliar ya banyak, Pesantren di Palu hilang, dipenjara sidang Palu, Sidang Surabaya, Sidang Solo, Sidang Jakarta. Banyak mas,” imbuhnya.

Ia menambahkan bahwa kerugian yang dirasakannya bukan hanya soal materi.

“Kalau secara uang miliaran, tapi kalau secara non uang batin ini tidak bisa ditukar dengan uang,” kuncinya.

Artikel terkait lainnya