Klaim PSI: Jokowi dan SBY Susun Agenda Bersama Siapkan Duet Gibran-AHY!

DEMOCRAZY.ID – Kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dedy Nur Palakka, mengungkap kecurigaannya terhadap Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

Ia menduga dua tokoh besar tersebut tengah menyiapkan agenda politik besar ke depan.

“Melihat SBY dan Jokowi seringkali muncul ke permukaan bersama Prabowo Subianto saya malah curiga kalau dua tokoh politik utama bangsa ini sedang menyusun semacam agenda politik untuk berjalan bersama di masa depan,” kata Dedy Nur, Selasa (6/10/2026).

Menurutnya, putra SBY yakni Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan putra Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, disiapkan untuk memimpin bangsa.

“Gibran-AHY atau AHY-Gibran sedang dipersiapkan untuk memimpin bangsa ini pasca Prabowo menyelesaikan tugas-tugas kebangsaannya,” tuturnya.

“Lalu kemana tokoh-tokoh bangsa lainnya? Mereka tetap eksis tapi tidak menjadi prioritas, ini agak mirip dengan member dalam satu komunitas. Ada yang berstatus prioritas ada yang biasa,” lanjutnya.

Lebih jauh, ia menyebut mereka yang biasa perlu bekerja keras untuk bisa tampil luar biasa.

“Namanya nggak usah saya sebut,” tandasnya.

Sebelumnya, Guru Besar Politik Indonesia, Prof. Saiful Mujani, memprediksi akan ada enam poros calon presiden pada Pilpres 2029.

Lima di antaranya masing-masing berasal dari Gerindra, PDI Perjuangan, Golkar, Demokrat, dan NasDem.

“Jadi dari delapan partai itu, lima kemungkinan ada poros. Saya sebut poros Gerindra, poros PDI Perjuangan, poros Golkar, poros Demokrat dan poros NasDem,” kata Saiful Mujani, dikutip Sabtu (3/10/2026).

Di luar lima partai tersebut, Saiful menyebut masih ada kemungkinan munculnya kekuatan politik yang mengusung Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Menurutnya, peluang poros Gibran sangat bergantung pada kekuatan elektoral.

Jika survei menunjukkan elektabilitas kuat, Presiden ke-7 Jokowi disebut akan berupaya mendorong putranya maju sebagai calon presiden.

“Poros Gibran ini kekuatannya sangat tergantung Gibrannya. Apalagi Jokowi,” kata Saiful.

“Pak Jokowi itu sangat percaya pada survei dan pentingnya survei. Kalau Gibran itu kuat secara elektoral menurut survei, Pak Jokowi akan berusaha memajukan Gibran,” jelasnya.

Jika kekuatan tersebut terbentuk, sejumlah partai yang belum memiliki poros sendiri berpotensi bergabung.

Saiful menyebut PKB, PAN, dan PSI sebagai partai yang bisa merapat ke poros Gibran.

Diketahui, hasil survei Media Survei Nasional (Median) mengumumkan elektabilitas sejumlah tokoh untuk pilihan wakil presiden.

Survei dilakukan 21 Juli hingga 2 Agustus 2026 dengan margin of error sekitar 2,76 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Survei dilakukan di 38 provinsi dengan 1.212 responden melalui wawancara tatap muka.

Elektabilitas lima besar Wapres yakni Gibran Rakabuming Raka 20,1 persen, AHY 13,5 persen, Dedi Mulyadi 11,2 persen, Mahfud MD 7,9 persen dan Anies Baswedan 6,6 persen.

Direktur Eksekutif Median Rico Marbun menyatakan peta persaingan Wapres cenderung lebih dinamis jika dilihat berdasarkan wilayah.

“Gibran walaupun dia unggul secara resultan, tetapi dia baru unggul di dua wilayah, yaitu Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, kemudian Sulawesi, Indonesia Timur,” tuturnya Senin (31/8/2026).

Sementara AHY unggul di Sumatera serta Bali, Kalimantan, NTT, dan NTB.

Sedangkan Dedi Mulyadi unggul di Jawa Barat dan wilayah sekitarnya seperti Banten dan DKI Jakarta.

Artikel terkait lainnya