DEMOCRAZY.ID — Peta kekuatan politik, kalkulasi suksesi kepemimpinan nasional, hingga perdebatan seputar arah kebijakan pemerintahan terus memancing berbagai analisis mendalam dari para akademisi, pengamat, serta kalangan politisi.
Juru Bicara Partai Gerindra, Sugiat Santoso, memberikan respons keras terkait seruan dan tuntutan yang diajukan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI).
Ia mempertanyakan dasar data serta fakta yang digunakan oleh kalangan mahasiswa hingga berani melontarkan kesimpulan keras yang menuding pemerintah telah melakukan tindakan layaknya penjajah terhadap rakyatnya sendiri.
“Isu yang pertama itu hentikan penjajahan negara atas rakyat sendiri. Iya, apa fakta, apa data yang sampai mereka membuat kesimpulan seperti itu,” kata Sugiat, dikutip Jumat (21/8/2026).
Bagi Sugiat, diksi atau istilah tersebut bukan sekadar bentuk kritik publik biasa, melainkan sebuah tuduhan serius yang dialamatkan kepada eksistensi negara dan pemerintahan yang sah.
“Kalau itu kan poin satu seperti menuduh negara, menuduh pemerintah, itu negara penjajah,” tuturnya.
Ia dengan tegas menolak narasi tersebut, seraya menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto maupun mayoritas masyarakat luas sama sekali tidak merasakan kondisi sebagaimana yang dituduhkan.
“Ya tidak. Ya pasti kami tidak merasa seperti itu,” tegas Sugiat.
Sugiat bahkan mengklaim bahwa sebagian besar rakyat Indonesia tidak merasakan adanya situasi penindasan seperti yang disuarakan dalam aksi unjuk rasa tersebut.
“Dan mayoritas rakyat juga tidak merasa seperti itu. Saya nggak tahu dari mana mereka bisa mengambil kesimpulan seperti itu,” ujarnya.