DEMOCRAZY.ID – Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta seluruh umat Islam di Indonesia untuk memboikot dan tidak lagi mengundang Habib Alwi bin Abdurrahman Assegaf sebagai penceramah.
Seruan tegas ini dikeluarkan menyusul beredarnya potongan video ceramah sang pendakwah di media sosial yang melontarkan narasi kontroversial dan dinilai merendahkan kaum wanita.
Wakil Ketua Umum MUI, KH M Cholil Nafis, menilai isi materi ceramah yang disampaikan oleh Habib Alwi tidak mencerminkan etika maupun keteladanan yang seharusnya dimiliki seorang dai.
Menurutnya, narasi yang dibawakan justru berpotensi merusak moral masyarakat serta mencoreng citra dakwah Islam itu sendiri.
Video di Akhir Artikel
Melalui unggahan di akun X (Twitter) pribadinya, Kiai Cholil Nafis mengimbau masyarakat untuk tidak lagi memfasilitasi kegiatan dakwah sang penceramah.
Ia menegaskan agar umat Islam tidak mengundang dan tidak perlu lagi mengikuti majelis yang dipimpin oleh penceramah dengan model demikian.
Rais Syuriah PBNU tersebut juga menekankan bahwa terlepas dari status sosial atau latar belakang yang melekat pada penceramah, penyampaian dakwah yang melanggar nilai-nilai kesantunan sama sekali tidak dapat ditoleransi.
Ia menilai ceramah tersebut justru dapat merusak ajaran agama dan tatanan sosial, alih-alih menyebarkan kebaikan Islam.
“Begini ini mau apapun statusnya tak layak menjadi penceramah. Bikin rusak agama dan manusia dengan ceramah model gini. Boro2 menyebarkan Islam malah ini yg merusak Islam. Sodare2 jangan undang lagi dan tak usah diikuti majelisnya orang model gini ya,” ujar Kyai Cholil Nafis di X.
Gelombang kritik publik ini sendiri bermula dari unggahan rekaman video yang viral di berbagai platform media sosial.
Dalam video tersebut, sosok yang diidentifikasi warganet sebagai Habib Alwi bin Abdurrahman Assegaf awalnya membicarakan tarif ceramahnya yang diklaim paling rendah mencapai Rp75 juta.
Suasana kian memicu polemik ketika sang penceramah mulai melemparkan kelakar yang menyasar para santri perempuan serta jemaah lanjut usia.
Secara terbuka di hadapan jemaah yang hadir, ia meminta agar santriwati dihadirkan karena berniat mencari calon istri keempat.
Dalam rekaman tersebut, ia meminta santri laki-laki digantikan dengan santri perempuan untuk ia pilih sebagai calon istri.
Tak berhenti di situ, ia juga melontarkan pernyataan yang dinilai melecehkan emak-emak berusia di atas 60 tahun yang hadir dalam majelisnya.
Ia berdalih bahwa ucapannya tersebut hanyalah bentuk candaan semata, meski kemudian menuai kecaman luas karena dianggap tidak beretika dan melukai perasaan jamaah.
👇👇
[VIDEO]
intinya:
1. undang ceramah minimal bayar 75jt.
2. boleh 50jt asal dikeluarin santri cewe buat dipilih jd istri ke-4nya.🤮
3. kalau ceramah emak” 60thn keatas gaboleh ada di dlm ruangan. beliau ga demen lihat emak”, demennya lihat perawan. 🤮
4. emak emak = ngotor-ngotorin mata.
5. ga ada pahalanya ceramah di depan emak emak katanya 🤮
yang katanya pemuka agama isi ceramahnya kayak gini🤮
— Pii (@inipiian_) October 18, 2026