DEMOCRAZY.ID — Unggahan lama di akun X (Twitter) milik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali mencuat dan menjadi viral di media sosial.
Kalimat pengakuan dari akun pribadi Gibran yang menyebut dirinya “tidak punya malu” kini dijadikan amunisi oleh publik dan pengamat politik untuk menguliti sikap sang Wapres di tengah gempuran skandal ijazah fiktif dan desakan pemakzulan.
Cuitan yang diunggah akun @gibran_tweet pada 28 Januari 2023 tersebut sejatinya merupakan balasan santai saat merespons netizen yang menyindir pemberitaan media asing.
Saat itu Gibran menuliskan: “Awokwowkwkwowk tapi saya gak punya malu pak.”
👇👇
Awokwowkwkwowk tapi saya gak punya malu pak
— Gibran Rakabuming (@gibran_tweet) January 28, 2023
Di tengah panasnya kontroversi dokumen pendidikan pasca-keluarnya pertimbangan hukum Mahkamah Konstitusi (MK) yang menyinggung ketiadaan ijazah setara SMA/SLTA milik Gibran, jejak digital tersebut mendadak beredar luas dan mendulang kritik tajam.
Warganet dan para penyeru pemakzulan menilai kalimat “gak punya malu” bukan lagi sekadar guyonan media sosial, melainkan gambaran watak dan sikap bebal Gibran dalam menghadapi sorotan publik serta lembaga peradilan konstitusi.
Cuitan lama itu secara kontras dibanding-bandingkan dengan pembelaan terbaru Gibran yang ngotot mengklaim tidak mungkin dirinya bisa menempuh pendidikan S1 di Singapura jika tidak lulus SMA.
Kubu masyarakat sipil dan pengamat politik menilai dalih serta pembelaan yang dibangun lingkaran Gibran kian mempertegas kebohongan publik yang dipertontonkan kepada rakyat.
Temuan MK yang mengonfirmasi ketiadaan fisik dokumen ijazah SMA makin diperparah dengan sikap tidak kooperatif dan enggan menunjukkan bukti otentik ke hadapan hukum.
Di ruang publik, kemunculan kembali jejak digital “gak punya malu” tersebut dianggap sangat relevan dengan fenomena dipaksakannya pencalonan Gibran sejak awal.
Perilaku menyepelekan etika politik, memanipulasi aturan administrasi, hingga menantang logika hukum rakyat Indonesia makin membakar semangat gerakan sipil dan parlemen untuk segera mengulirkan Hak Angket serta pemakzulan terhadap Gibran dari kursi Wakil Presiden!