DEMOCRAZY.ID – Persidangan perkara dugaan fitnah dan pencemaran nama baik terkait polemik ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) kembali bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Kamis (17/9/2026).
Pada hari yang sama, Roy Suryo menjalani persidangan dengan agenda pembacaan dakwaan.
Sementara Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa mengikuti persidangan dengan agenda pembacaan eksepsi atas dakwaan jaksa.
Di tengah persidangan tersebut, pegiat media sosial Arif Wicaksono menyoroti ketidakhadiran Jokowi.
Arif kemudian mengaitkannya dengan agenda Jokowi di Nusa Tenggara Timur (NTT), yang pada waktu berdekatan memilih mengunjungi warga terdampak gempa di Pulau Palue, Kabupaten Sikka.
Jokowi tiba di Kabupaten Sikka pada Rabu (16/9/2026) untuk melihat langsung kondisi warga yang terdampak gempa Flores.
Dari Maumere, Jokowi melanjutkan perjalanan darat menuju Ropa, Kabupaten Ende, sebelum menyeberang menggunakan kapal motor menuju Pulau Palue.
Sesampainya di Palue, Jokowi mengunjungi lokasi pengungsian dan berdialog dengan warga.
Ia kemudian bermalam bersama para penyintas gempa di posko pengungsian Cawalo, Desa Rokirole.
Dia @jokowi lebih memilih keluyuran sampai malam di NTT daripada mengikuti sidang atas kasus yg dilaporkannya. https://t.co/WRFYT4MPdV pic.twitter.com/0bRdQgm6w3
— Edy Bayo Regar (@regar_op0sisi) September 17, 2026
Arif menyinggung pernyataan Jokowi sebelumnya mengenai kesiapannya hadir dalam proses persidangan sekaligus membawa dokumen pendidikan yang menjadi bagian dari polemik.
“Dulu katanya (Jokowi) saya akan hadir, bawa ijazah dari SD sampai S1. Hari H-nya? Naik kapal kayu ke Palue, NTT,” ujar Arif, Kamis siang.
Arif juga menyoroti pilihan Jokowi yang berada di tengah warga terdampak gempa ketika persidangan perkara Roy Suryo dan Dokter Tifa berlangsung.
“Ijazahnya yang nunggu di pengadilan, yang punya ijazah malah nginap di tenda,” sesalnya.
Terlepas dari sorotan tersebut, keberadaan atau ketidakhadiran Jokowi tidak dengan sendirinya menentukan jalannya perkara.
Persidangan tetap berjalan sesuai agenda dan ketentuan hukum yang berlaku.
MALING NYA KABUR KE NTT#JokowiSumberKejahatan#JokowiSumberKejahatan pic.twitter.com/zBEN0ylPlo
— مسلم Muslim_AntiPKI9 (@Muslim_AntiPKI9) September 17, 2026
PN Jakarta Timur menggelar persidangan Roy Suryo dan Dokter Tifa dalam perkara yang berkaitan dengan dugaan fitnah dan pencemaran nama baik terkait polemik ijazah Jokowi.
Untuk Roy Suryo, agenda sidang Kamis (17/9/2026) adalah pembacaan surat dakwaan oleh jaksa penuntut umum.
Sementara Dokter Tifa menjalani persidangan dengan agenda pembacaan eksepsi atau keberatan atas dakwaan jaksa.
Persidangan tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam proses hukum yang tengah dijalani kedua terdakwa.
Sebelumnya, Roy Suryo juga telah menempuh sejumlah proses praperadilan.
Sudah sebulan lebih pasca bencana alam di NTT kenapa baru sekarang si Jokowi kesana.
Baca JugaJawabannya:
Karena hari ini adalah sidang kasus laporannya terhadap Roy dan Tifa akan digelar di pengadilan negeri jakarta timur dan selatan. pic.twitter.com/LCSigFxTGE
— Edy Bayo Regar (@regar_op0sisi) September 17, 2026
Di saat persidangan berlangsung di Jakarta, Jokowi berada di Pulau Palue untuk melihat kondisi warga yang masih terdampak gempa Flores.
Pemerintah Kabupaten Sikka menyebut Jokowi tiba di Maumere sekitar pukul 13.00 WITA pada Rabu (16/9/2026), kemudian melanjutkan perjalanan menuju Palue.
Pulau tersebut termasuk wilayah yang terdampak cukup berat akibat gempa yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026.
Dalam kunjungan itu, Jokowi berdialog dengan warga dan melihat langsung kondisi pengungsian.
Ia juga dijadwalkan meninjau sejumlah fasilitas yang terdampak gempa serta menyerahkan bantuan kepada masyarakat.
Warga Sampaikan KeluhanKehadiran Jokowi di lokasi pengungsian disambut warga yang masih bertahan di posko.
Koordinator Posko Utama Rokirole, Nikodemus W Lowo, mengaku terharu dengan kedatangan mantan presiden tersebut.
“Saya rasa hampir tidak percaya dengan kehadiran Bapak Joko Widodo di tempat ini. Untuk kami sendiri, saya pribadi merasa ini seperti mimpi, tapi ternyata kenyataan bahwa beliau hadir dan sangat dekat dengan kami, karena itu kami rasakan luar biasa,” kata Nikodemus W Lowo dikutip dari tayangan video Antara TV.
Warga juga menyampaikan sejumlah persoalan pascagempa, termasuk kebutuhan tempat tinggal yang lebih layak.
Dominika Wea berharap rumah warga yang rusak dapat segera diperbaiki agar masyarakat bisa kembali menjalani kehidupan normal.
“Kalau musim hujan, kami mau memasak di mana. Saya hanya meminta itu,” katanya.
Data Pemerintah Kabupaten Sikka yang dirilis pada Agustus mencatat ribuan warga terdampak gempa harus mengungsi, termasuk warga di Kecamatan Palue.
Data tersebut juga menunjukkan adanya kerusakan rumah dan fasilitas umum akibat bencana.
Kunjungan Jokowi ke Palue menjadi bagian dari agenda kemanusiaan untuk melihat langsung kondisi masyarakat serta kebutuhan warga setelah bencana.
Sementara di Jakarta, proses hukum terhadap Roy Suryo dan Dokter Tifa terkait polemik ijazah Jokowi terus berjalan di PN Jakarta Timur.