Analisis Pengamat! Bongkar 2 Kemungkinan Fatal Yang Bikin Prabowo Nekat Pecat Purbaya dari Menkeu

DEMOCRAZY.IDKeputusan mendadak Presiden Prabowo Subianto mencopot Purbaya Yudhi Sadewa dari kursi Menteri Keuangan terus memantik gelombang tanya di ruang publik.

Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu, menilai prosedur pergantian figur bendahara negara tersebut berjalan di luar kebiasaan normal dan menyisakan banyak kejanggalan.

Menurut informasi yang beredar, Purbaya didepak tanpa adanya proses pemberitahuan resmi yang memadai.

Ia bahkan dikabarkan hanya menerima panggilan singkat via telepon dari pihak istana tatkala dirinya tengah sibuk memimpin jalannya sebuah rapat.

“Penggantian Menkeu hari ini sepertinya berlangsung tidak normal,” ujar Said Didu melalui cuitan di akun X pribadinya, dilansir Selasa (15/9/2026).

Said memetakan bahwa apabila proses pencopotan tersebut memang terbukti tidak normal, maka dinamika di balik layar mengerucut pada dua kemungkinan motif utama.

Pertama, sang menteri diduga melakukan kesalahan fatal yang tidak dapat ditoleransi oleh kepala negara.

Kedua, bisa jadi Purbaya justru sedang berada di jalur kebijakan yang benar, namun langkah pembenahan yang ia tempuh justru menyenggol kepentingan pihak-pihak tertentu yang kemudian mendesak presiden untuk segera mendepaknya.

“Jika pemecatan tidak normal, maka ada 2 kemungkinan, Menkeu melakukan kesalahan besar, atau Menkeu di jalan benar tetapi ada pihak yang terganggu dan menekan Presiden untuk ganti Menkeu,” tegasnya.

👇👇

Kerentanan Pejabat Tanpa Back-up Politik

Pandangan senada diungkapkan oleh Analis Komunikasi Politik, Hendri Satrio (Hensat).

Ia mengingatkan bahwa pos strategis sekelas Menteri Keuangan pada hakikatnya merupakan jabatan politis yang tidak pernah steril dari intervensi kekuasaan.

Dalam kalkulasi politik praktis, figur seperti Purbaya dinilai sangat rentan dan mudah digusur sewaktu-waktu lantaran yang bersangkutan tidak memiliki afiliasi atau perlindungan dari kekuatan partai politik besar di belakangnya.

“Menteri itu jabatan politik. Tanpa back-up parpol atau someone kuat di penguasa ya, kapan pun bisa dicopot,” ulas Hensat blak-blakan.

Menyusul lengsernya Purbaya setelah genap setahun memegang kendali fiskal, Presiden Prabowo bergerak cepat dengan menunjuk dan melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan yang baru.

Prosesi pelantikan resmi dilangsungkan di Istana Negara pada Senin (14/9/2026) sore, dihadiri oleh jajaran menteri Kabinet Merah Putih serta para pejabat tinggi negara lainnya.

Artikel terkait lainnya