DEMOCRAZY.ID — Keputusan mengejutkan diambil oleh Presiden Prabowo Subianto di tengah dinamika pemerintahan yang berjalan.
Melalui langkah reshuffle Kabinet Merah Putih, Prabowo resmi mendepak Purbaya Yudhi Sadewa dari kursi strategis Menteri Keuangan.
Pencopotan mendadak ini sontak memicu gelombang spekulasi luas di kalangan analis politik terkait motif tersembunyi di balik perombakan tersebut.
Pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno, menilai bahwa pencopotan Purbaya tidak bisa serta-merta dibaca sekadar dari kacamata evaluasi kinerja teknis semata.
Menurutnya, faktor politik dan kalkulasi kekuasaan memegang peranan krusial yang turut mendasari keputusan kepala negara.
Salah satu variabel paling disorot oleh Adi adalah faktor loyalitas dan militansi politik.
Ia memandang bahwa perombakan kabinet jilid pertama ini memberikan sinyal kuat bahwa pergerakan kursi menteri ke depan akan sangat bergantung pada tingkat kesolidan dukungan terhadap lingkaran inti istana.
“Bagi saya, reshuffle yang terjadi pada hari ini kepada Purbaya yang sebelumnya adalah Menteri Keuangan, ini menjadi sinyalemen bahwa di kemudian hari ini pasti akan ada reshuffle-reshuffle selanjutnya,” ujar Adi melalui kanal YouTube pribadinya, dikutip Selasa (15/9/2026).
Adi menganalisis bahwa seiring kompleksitas politik yang diprediksi bakal semakin meningkat menjelang tahun-tahun politik mendatang, kebutuhan akan soliditas mutlak di dalam kabinet menjadi harga mati bagi Prabowo.
Faktor kinerja memang lazim dijadikan narasi formal di permukaan, namun dalam realitas politik praktis, loyalitas mutlak menjadi penentu utama kelangsungan jabatannya.
Adi memprediksi bahwa perombakan lanjutan berpotensi kembali bergulir menjelang tahun politik 2027 atau bertepatan dengan momentum dua tahun masa kepemimpinan Kabinet Merah Putih.
Langkah ini memperlihatkan bahwa Presiden Prabowo tengah bersiap merapikan barisan dan menata ulang formasi ring satu pemerintahannya demi memastikan stabilitas politik domestik tetap terkunci rapat dari segala potensi gangguan internal.