Keputusan Mengejutkan Istana! Bea Cukai Batal Dibubarkan Prabowo, Ada Apa di Balik Layar?

DEMOCRAZY.IDMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, Presiden Prabowo Subianto telah puas terhadap perkembangan perbaikan di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).

Ia memastikan, kepala negara bahkan memberikan sinyal untuk tak jadi membubarkan DJBC, setelah sebelumnya DJBC sejak akhir tahun lalu terancam dibubarkan bila tak melakukan pembenahan dan diganti dengan Société Générale de Surveillance (SGS) asal Swiss.

“Jadi kemungkinannya sih Bea Cukai akan tetap bertahan,” kata Purbaya di kantornya, Jakarta, Selasa (21/7/ 2026).

Menurut Purbaya, Presiden Prabowo bahkan kini telah memberikan penghargaan DJBC untuk perbaikan yang telah dilakukan, seperti memperkuat kebijakan pengawasan terhadap barang ilegal.

“Kalau kita lihat dari penghargaan atau dari pidato presiden ke Bea Cukai Pak Prabowo sudah melihat ada perbaikan yang signifikan dari Bea Cukai,” tutur Purbaya.

“Kalau dulu dia bilang bubarkan, sekarang dia pernah bilang di salah satu rapat dengan kabinet, Bea Cukai bisa diperbaiki dan harus diperbaiki, itu adalah signal yang clear, ada perkembangan positif di Bea Cukai yang diakui oleh pimpinan kita,” tegasnya.

Bea Cukai bahkan kata Purbaya telah mengembangkan sistem berbasis kecerdasan buatan alias artificial intelligence (AI) untuk memperkuat pengawasan aktivitas keluar masuk barang di Indonesia.

Sistem rencananya akan mulai digunakan dalam dua pekan ke depan.

“Ada software AI di lapangan yang digunakan di pusat Bea Cukai ini yang link di banyak tempat Indonesia. Dua minggu lagi tadi Pak Djaka (Dirjen Bea Cukai) bilang bisa demonstrasi ke teman-teman media untuk melihat bahwa kita sekarang lebih canggih dari sebelumnya,” papar Purbaya.

Purbaya menganggap, perbaikan ini tak terlepas dari caranya melakukan perombakan ulang jajaran Bea Cukai sejak awal tahun ini.

Kini, jajaran pejabat atau pucuk pimpinan di Bea Cukai kata Purbaya sudah merupakan orang-orang yang relatif lebih baik.

“Dan mereka tahu kalau mereka enggak baik akan dibubarkan. Pertumbuhan penerimaannya kini sudah 6% lebih dan sekarang kalau kita lihat di pasar balpres sudah berkurang banyak, barang selundupan sudah berkurang banyak, terus bea cukai aktif penangkapan-penangkapan peredaran rokok ilegal,” ujar Purbaya.

Bea Cukai kata Purbaya kini juga tidak asal melepas para pelaku pengedar barang ilegal setelah menyita barang bawaannya, melainkan langsung menyita sementara alat angkutnya, sehingga biaya pengedaran barang ilegal menjadi lebih mahal di tanah air.

“Sekarang setiap truk atau kendaraan yang melakukan praktik ilegal ditahan dulu sampai clear supaya cost praktik ilegal jadi mahal. Jadi sekarang seluruh kantor Bea Cukai penuh dengan truk-truk atau mobil-mobil yang angkut barang ilegal itu,” ungkapnya.

Sebagai informasi, penerimaan kepabeanan dan cukai pun kini mampu terus mengalami pertumbuhan.

Hingga Semester I-2026, realisasi penerimaan negara dari sisi bea dan cukai sudah Rp 152 triliun atau naik 3,4% dari realisasi periode yang sama tahun lalu Rp 147 triliun.

Realisasi hingga akhir Juni 2026 itu sudah setara 45,2% dari target APBN sepanjang tahun ini yang sebesar Rp 335 triliun.

Hingga akhir tahun, setoran kepabeanan dan cukai pun diperkirakan Purbaya akan mencapai Rp 320,6 triliun atau 95,4% dari target.

Meski tak capai target, masih lebih tinggi dibanding tahun lalu Rp 300,3 triliun.

Artikel terkait lainnya