Berani Mati! Botok Tantang Sumpah Pocong Demi Buktikan Demo Massa Pati di DPR Tidak Ditunggangi Jokowi

DEMOCRAZY.ID – Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok, membantah keras tudingan aksi mereka ditunggangi atau dibiayai kelompok politik tertentu.

Bahkan, ia menantang pihak yang menuding AMPB untuk membuktikannya melalui sumpah pocong.

Pernyataan itu disampaikan Botok di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (27/8/2026).

Botok secara khusus membantah isu di media sosial yang menyebut AMPB merupakan tunggangan “Geng Solo”, istilah yang merujuk pada kelompok yang dituding memiliki kedekatan dengan salah satu kubu penguasa.

“Perlu teman-teman ketahui, banyak berita di media sosial bahwa AMPB ditunggangi Geng Solo, itu adalah hoaks,” tegasnya.

Menurut Botok, massa yang datang dari Kabupaten Pati merupakan masyarakat biasa yang tidak memiliki hubungan dengan elite politik maupun penguasa.

“AMPB orang kampung, orang nggak punya, orang nggak kenal penguasa. AMPB hanya tahu demi rakyat!” serunya di hadapan massa.

Merasa tudingan tersebut sebagai fitnah, Botok kemudian melontarkan tantangan sumpah pocong untuk membuktikan bahwa gerakan AMPB tidak ditunggangi maupun dibiayai pihak tertentu.

“Saya tantang sumpah pocong! Kalau AMPB ditunggangi Jokowi, dibiayai Jokowi, Botok sak anak putune mendapat azab dari Allah!” tantangnya dengan nada tinggi.

Ia juga membalikkan pernyataan tersebut kepada pihak yang menyebarkan tudingan terhadap AMPB.

“Kalau yang memfitnah, sebaliknya ya, keluarga dan keturunannya mendapat azab dari Allah!” tambah Botok, yang disambut sorak-sorai massa.

Botok kembali menegaskan AMPB datang ke Jakarta dengan membawa aspirasi masyarakat dan tidak menerima bayaran dari pihak tertentu.

“Kita butuh wong sing komitmen! Semangat!” ucapnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Botok sesaat sebelum memasuki gedung parlemen untuk memenuhi agenda audiensi.

Ia juga meminta massa tidak terpengaruh isu mengenai adanya sogokan dalam aksi tersebut.

“Saya pastikan, aku pastikan, tidak ada menerima apa pun,” tutupnya.

Polisi Tangkap 65 Orang

Di tengah rencana aksi demo 27 Agustus, Polda Metro Jaya sebelumnya telah menangkap 65 orang.

Polisi turut menyita sejumlah barang bukti, antara lain senjata tajam, airsoft gun, obat-obatan, perangkat komunikasi, serta bahan yang diduga dipersiapkan untuk membuat bom molotov.

Barang yang diamankan juga mencakup tujuh jeriken berisi bensin dan 201 botol kaca beserta sumbu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyebut pengamanan tersebut merupakan bagian dari upaya preventive strike dan preventive education.

Polisi masih mendalami apakah 65 orang yang diamankan memiliki keterkaitan dengan massa yang menyampaikan aspirasi.

Polda Metro Jaya menegaskan kebebasan menyampaikan pendapat tetap dijamin sebagai hak konstitusional.

Namun, peserta aksi diminta mematuhi aturan hukum dan tidak membawa barang yang berpotensi memicu kekerasan.

Polisi juga meningkatkan patroli media sosial untuk mengantisipasi penyebaran provokasi, hoaks, disinformasi, dan malinformasi selama rangkaian aksi berlangsung.

Hingga pukul 10.38 WIB, kepolisian menyatakan situasi Jakarta masih aman dan terkendali.

Aktivitas lalu lintas, pendidikan, ibadah, dan perekonomian juga disebut tetap berjalan.

Polisi menekankan aspirasi harus tetap mendapat ruang dalam demokrasi, tetapi tindakan kekerasan harus dicegah sedini mungkin.

Artikel terkait lainnya