Makin Memanas! Jokowi Disebut ‘Tak Rela’ Kekuasaan Diberikan ke Prabowo, Muncul Isu Pembangkangan Politik

DEMOCRAZY.ID — Panggung politik nasional kembali bergemuruh dengan terbongkarnya skema pergerakan bawah tanah yang dituding mengincar stabilitas kekuasaan rezim yang sedang berjalan.

Tiga Analisis Sentral Upaya Pelemahan Rezim

Analis Kebijakan Publik, Muhammad Said Didu, secara terbuka membeberkan sejumlah indikasi dan gejala sistematis yang dinilai berupaya menghancurkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dari berbagai lini strategis.

Dalam ulasannya, Said Didu menyoroti tiga poin utama yang diklaim sebagai bentuk tekanan terstruktur terhadap jalannya roda pemerintahan saat ini.

Pertama, ia mengangkat kembali kasus kontroversial yang melibatkan mantan Jampidsus Febrie Adriansyah.

Menurutnya, polemik tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan ditunggangi oleh penggiringan opini publik di media sosial yang sengaja dibelokkan untuk menyudutkan lingkaran pertahanan negara.

“Jangan kasus Febrie, dibelokkan. Saya tidak membela Febrie,” ujarnya, dikutip dari kanal YouTube Abraham Samad Speak Up.

Kedua, ia mencermati adanya indikasi pembangkangan struktural di tubuh birokrasi pemerintahan.

Said Didu mengibaratkan para pembantu presiden mulai menunjukkan gelagat tidak selaras dengan visi penertiban strategis yang digariskan oleh kepala negara, seperti dalam penanganan sektor tambang maupun kawasan hutan.

“Penertiban tambang, apakah Bahlil Lahadalia bicara? Penertiban hutan, Raja Juli Antoni pernah tidak bicara?” ujarnya mempertanyakan komitmen para menteri di kabinet.

Ketiga, ia menyoroti dinamika relasi politik pasca-transisi kepemimpinan.

Said Didu mengklaim bahwa transisi kekuasaan belum sepenuhnya tuntas melepaskan bayang-bayang kekuatan lama, seraya menyinggung pernyataan-pernyataan publik sebelumnya yang dianggap masih berupaya mendikte tata kelola protokoler istana.

“Aturan protokoler ditentukan Setkab. Kalau dia (Jokowi) bijak, tidak perlu komentar posisi duduk anaknya,” ucapnya menyoroti polemik tata letak kursi rapat kabinet.

Sorotan Tajam Terhadap Stabilitas Politik Nasional

Pernyataan blak-blakan ini sontak memicu perdebatan luas di ruang publik mengenai soliditas koalisi dan ketahanan rezim di tengah berbagai tantangan transisi.

Dengan mengutip proyeksi sejumlah pengamat terkait batasan waktu dan tekanan politik yang membayangi, dinamika ini memperlihatkan bahwa konstelasi kekuasaan di tingkat elite masih berada dalam ketegangan tinggi yang sarat dengan intrik serta pertarungan pengaruh.

[FULL VIDEO]

Artikel terkait lainnya