DEMOCRAZY.ID — Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan sikap tegas dan komitmen penuhnya untuk turun tangan langsung menyelesaikan berbagai persoalan mendasar di tengah masyarakat yang selama ini luput dari penanganan optimal para kepala daerah.
Pernyataan tersebut dilontarkan Prabowo secara terbuka saat menghadiri acara Peluncuran dan Bedah Buku bertajuk “10 Karya Nyata untuk Negeri: Setengah Abad Bahlil Lahadalia” yang dihelat di Djakarta Theater, Jakarta Pusat.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo sempat memaparkan sejumlah capaian konkret pemerintahannya, termasuk pembangunan ribuan infrastruktur jembatan desa yang seharusnya bisa ditopang secara mandiri melalui alokasi dana desa.
Ia mengingatkan bahwa kucuran dana desa telah berjalan selama satu dekade penuh dengan besaran rata-rata Rp1 miliar per desa tiap tahunnya.
Menurutnya, anggaran sebesar itu sudah sangat mencukupi untuk merampungkan pembangunan infrastruktur skala lokal.
“Dana desa sudah kita berikan, sudah berjalan 10 tahun. Rp1 miliar satu desa satu tahun. Jembatan di desa harganya mungkin Rp400 juta rata-rata, Rp700 juta, Rp800 juta. Yang besar mungkin Rp2 M, Rp3 M. Sesungguhnya semua desa, semua pimpinan desa bisa memenuhi jembatan-jembatan itu,” ungkap Prabowo.
Meski demikian, kepala negara menegaskan bahwa pemerintahannya memilih untuk tidak terjebak dalam budaya saling menyalahkan ataupun sibuk mencari kambing hitam atas karut-marut yang ditinggalkan masa lalu.
Fokus utama saat ini adalah bekerja cepat menuntaskan masalah.
“Kita tidak mengeluh, tidak cari kambing hitam, tidak mempersoalkan masa lalu. Selesaikan hari ini,” tegasnya.
Bahkan, Prabowo melontarkan peringatan keras bahwa pemerintah pusat tidak akan tinggal diam jika para pejabat di tingkat daerah—mulai dari gubernur, bupati, camat, hingga kepala desa—gagal merespons dan menuntaskan jeritan serta kebutuhan mendesak rakyatnya.
“Kalau gubernur, kalau bupati, kalau camat, kalau kepala desa tidak bisa mengatasi teriakan rakyat di desa, kita tidak segan-segan Presiden turun tangan, kita memenuhi apa yang diteriakkan oleh rakyat,” lanjutnya.
Selain menyoroti tata kelola dana desa, Prabowo juga membeberkan akselerasi pembangunan di sektor pendidikan dan kesehatan.
Pemerintah mencatat puluhan ribu sekolah telah selesai direnovasi dan diproyeksikan melonjak signifikan pada akhir tahun ini.
“Puluhan ribu sekolah sudah kita perbaiki. Akhir tahun ini mungkin lebih 70.000. Tahun depan target kita 100.000,” ujarnya.
Tidak tanggung-tanggung, Prabowo memasang target jangka menengah yang sangat ambisius.
Dalam kurun waktu tiga tahun ke depan, seluruh sekolah rusak di penjuru nusantara dipastikan bakal tuntas diperbaiki, dibarengi dengan revitalisasi besar-besaran terhadap fasilitas kesehatan tingkat pertama yang sudah puluhan tahun terbengkalai.
“Dan kita akan selesaikan dalam tiga tahun yang akan datang semua sekolah di Indonesia akan kita perbaiki. Semua Puskesmas Indonesia yang sudah 30 tahun lebih tidak diperbaiki, kita akan perbaiki,” pungkasnya.