PSI Dukung Ide Nyeleneh Prabowo Pakai ‘Tepung Ubi’ Buat Padamkan Karhutla: Langkah Cemerlang, Layak Didukung!

DEMOCRAZY.ID – Gagasan penggunaan tepung berbahan dasar umbi-umbian untuk membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendapat dukungan dari Juru Bicara PSI Dian Dandi Utama.

Dian menilai gagasan tersebut tidak semestinya langsung menjadi bahan olok-olok.

Menurutnya, ide yang disampaikan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo kepada Presiden Prabowo Subianto perlu diuji terlebih dahulu untuk mengetahui efektivitasnya di lapangan.

Ia juga membantah anggapan bahwa Kapolri memberikan masukan secara sembarangan kepada Presiden.

“Seorang Kapolri tidak mungkin ASBUN memberi masukan kepada Presiden, seperti tuduhan Said Didu dan kawan-kawan,” ujar Dian, Rabu (26/8/2026).

Sebut Prabowo Tidak Mungkin Asal Mengiyakan

Dian juga menekankan bahwa Presiden Prabowo tidak mungkin langsung menyetujui sebuah gagasan tanpa memiliki pertimbangan dan pengetahuan yang memadai.

“Presiden juga tidak mungkin mengiyakan tanpa ada pengetahuan yang luas tentang itu, apalagi itu terekam kamera,” ucapnya.

Menurut Dian, persoalan karhutla memiliki karakteristik yang kompleks karena tidak hanya berkaitan dengan api di permukaan.

“Kebakaran hutan, kita berhadapan dengan gambut, di bawahnya juga ada batu-bara,” jelasnya.

Karena itu, ia menilai metode penanganan karhutla tidak bisa disamakan begitu saja dengan memadamkan api biasa.

Dian Akui Tak Selalu Membela Kapolri

Dian menegaskan dukungannya terhadap gagasan tersebut bukan berarti dirinya selalu membela Kapolri.

Ia mengatakan, penilaian yang diberikan kali ini didasarkan pada substansi ide yang disampaikan dalam rapat penanganan karhutla.

“Saya tidak pernah membela Kapolri, tapi soal ide ubi untuk memadamkan kebakaran yang beliau usulkan ke Presiden, itu layak didukung,” tegasnya.

Dian juga menyebut gagasan tersebut bukan muncul tanpa dasar.

Menurutnya, ide itu berasal dari seorang warga negara Indonesia yang kemudian hak patennya telah dibeli Jepang.

“Ide itu datang dari seorang pemikir WNI yang kini sudah dibeli hak patennya oleh Jepang,” imbuhnya.

Dian turut menanggapi berbagai parodi yang muncul di media sosial terkait penggunaan tepung untuk menangani kebakaran.

Menurutnya, karhutla memiliki kondisi yang berbeda dengan kebakaran sederhana seperti api unggun.

“Kebakaran hutan itu beda dengan api unggun. Parodi netizen itu salah!” tandasnya.

Ia pun mendorong agar gagasan tersebut tidak langsung ditolak hanya karena terdengar tidak biasa.

Menurutnya, efektivitas teknologi tetap harus dibuktikan melalui pengujian.

Prabowo Minta Tepung Ubi Diuji

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memerintahkan dilakukan uji coba produksi tepung berbahan tanaman umbi-umbian untuk membantu penanganan karhutla.

Hal tersebut dibahas dalam rapat koordinasi penanganan karhutla di Posko, Palembang, Sumatra Selatan.

Dalam rapat tersebut, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menyampaikan adanya bahan berbasis tepung yang disebut dapat digunakan untuk mencegah sekaligus memadamkan api.

“Izin Pak, terkait dengan zat yang bisa digunakan untuk mencegah apabila ada kebakaran mungkin dulu pernah kami laporkan Bapak ke Bapak bahwa ada sejenis zat yang menggunakan bahan baku utama dari tepung yang bisa digunakan untuk mencegah Pak,” kata Listyo kepada Prabowo.

Berbahan Dasar Tepung Ubi

Listyo kemudian menjelaskan cara kerja zat tersebut. Menurutnya, bahan itu dapat membantu memisahkan unsur yang diperlukan dalam proses pembakaran sehingga api dapat diredam.

“Jadi dia bisa digunakan untuk mencegah, dia juga bisa digunakan untuk memadamkan api. Api mula-mula Pak. Tapi kalau misalkan mungkin luasannya atau size dari cuma tepung tersebut juga cukup, mungkin api dalam bentuk sedang atau besar juga bisa,” ujarnya.

Prabowo kemudian memastikan bahan tepung yang dimaksud.

“Itu tepung, tepung apa itu?” tanya Prabowo.

“Tepung itu Pak, tepung dari ubi Pak,” jawab Listyo.

Temuan Babinsa di Lubuklinggau

Dalam kesempatan tersebut, Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis menjelaskan bahwa inovasi tersebut merupakan temuan seorang anggota Babinsa di Lubuklinggau, Sumatra Selatan.

Menurut Ujang, inovasi tersebut sebelumnya telah dipaparkan ketika Kapolri dan Menko Polhukam berkunjung ke wilayah tersebut.

“Siap izin melaporkan Bapak Presiden seperti yang dilaporkan oleh Bapak Kapolri itu, itu adalah hasil temuan dari anggota kami Bapak, Babinsa di Lubuk Linggau Bapak. Kami pada saat kunjungan Pak Kapolri kemudian Menko Polhukam sudah kami paparkan Bapak memang kapasitas produksinya masih kecil Bapak,” kata Ujang.

Prabowo kemudian mempertanyakan efektivitas bahan tersebut.

“Efektif?” tanya Prabowo.

“Efektif Pak,” jawab Ujang.

Prabowo Minta Produksi Diperbesar

Mendengar penjelasan tersebut, Prabowo meminta agar produksi tepung berbahan tanaman umbi-umbian itu ditingkatkan dan diuji dalam skala lebih besar.

“Menarik sekali itu. Bahan bakunya dari ubi? Dari singkong? Wah coba diproduksi dalam skala besar. Siap. Ya, kau ajukan biaya untuk produksinya. Ya, kita usahakan semua upaya,” kata Prabowo.

Presiden juga membuka kemungkinan bahan tersebut digunakan melalui helikopter untuk menjangkau area kebakaran yang luas, dengan konsep yang menyerupai operasi water bombing.

“Mungkin 4 ton ubi serbuk atau ubi apa tepung ini kita uji coba, efektif luasnya berapa ya,” tambahnya.

Selain meminta pengujian tepung ubi, Prabowo juga meminta BNPB mengevaluasi bahan pemadam lain yang dinilai berpotensi lebih efektif dibandingkan air.

BRIN turut diminta melakukan penelitian terkait kemungkinan produksi maupun pengadaan bahan tersebut.

Artikel terkait lainnya