Ustadz Kondang Ngamuk Semprot Prabowo: Ya Allah, Bikin Rakyat Istighfar Terus Tiap Hari!

DEMOCRAZY.IDKeputusan Presiden Prabowo Subianto membentuk Universitas Republik Indonesia (URI) masih menuai beragam tanggapan.

Kali ini, kritik datang dari ustaz kondang, Hilmi Firdausi, yang mempertanyakan prioritas pemerintah di sektor pendidikan ketika masih banyak calon mahasiswa gagal melanjutkan kuliah karena alasan ekonomi.

Menurut Hilmi, pemerintah semestinya lebih dulu memastikan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat yang sudah lolos seleksi perguruan tinggi negeri (PTN), sebelum menggelontorkan anggaran besar untuk membangun lembaga pendidikan baru.

Hilmi menyoroti fakta bahwa masih terdapat puluhan ribu calon mahasiswa PTN yang telah dinyatakan lolos Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB), namun akhirnya tidak melakukan daftar ulang.

“Di saat puluhan ribu calon mahasiswa PTN yang lolos SPMB tidak mendaftar ulang, sebagian pastinya karena faktor ekonomi,” kata Hilmi dalam akun Instagram pribadinya.

Ia menilai kondisi tersebut seharusnya menjadi perhatian utama pemerintah dalam merumuskan kebijakan pendidikan.

Bagi Hilmi, persoalan akses kuliah bagi masyarakat dinilai lebih mendesak untuk diselesaikan.

Di sisi lain, ia membandingkan kondisi tersebut dengan rencana pendirian Universitas Republik Indonesia yang disebut akan membutuhkan anggaran hingga triliunan rupiah.

“Ini malah mau dibuat universitas baru dengan biaya triliunan,” sentil dia.

Hilmi kemudian melontarkan sindiran singkat yang mencerminkan kekecewaannya terhadap arah kebijakan tersebut.

“Ya Allah, istighfar terus jadi WNI,” ucapnya.

“Memang benar adanya ibadah terpanjang adalah menjadi WNI,” tambah dia.

👇👇

Sebagai informasi, Universitas Republik Indonesia (URI) merupakan lembaga baru yang dibentuk pemerintah atas gagasan Presiden Prabowo Subianto dengan tujuan mencetak calon-calon pemimpin Indonesia.

Meski menggunakan nama universitas, URI tidak dirancang sebagai perguruan tinggi yang membuka berbagai program studi seperti kedokteran, teknik, hukum, atau ekonomi.

Berdasarkan penjelasan pemerintah, lembaga tersebut akan difokuskan sebagai pusat pendidikan kepemimpinan nasional.

URI diproyeksikan menyiapkan sumber daya manusia yang nantinya mengisi berbagai jabatan strategis, mulai dari pemerintahan, aparatur sipil negara (ASN), badan usaha milik negara (BUMN), hingga posisi kepemimpinan lainnya.

Dengan konsep tersebut, pendidikan di URI akan lebih menitikberatkan pada pembentukan karakter, kompetensi, serta kemampuan kepemimpinan, bukan semata-mata pendidikan akademik seperti perguruan tinggi pada umumnya.

Artikel terkait lainnya