Jefri Nichol Sesalkan Rekening Aktivis Pati Mas Botok ‘Diblokir’ Jelang Aksi 27 Agustus: Belum Demo Sudah Dibungkam!

DEMOCRAZY.IDPolemik pemblokiran rekening milik Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Mas Botok, terus menjadi perhatian publik.

Kali ini, aktor Jefri Nichol ikut angkat bicara melalui media sosial.

Pemain film Pertaruhan tersebut mempertanyakan pemblokiran rekening yang disebut terjadi ketika Mas Botok tengah mempersiapkan aksi unjuk rasa di Jakarta pada 27 Agustus 2026.

Jefri menilai kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai sejauh mana akses aparat terhadap aktivitas keuangan seseorang yang dikaitkan dengan gerakan aksi.

Jefri Nichol Sesalkan Pemblokiran Rekening

Jefri mengaku heran dengan kabar bahwa rekening Mas Botok dapat diblokir atas permintaan aparat penegak hukum.

Ia bahkan mempertanyakan kemungkinan akses lain yang dapat dilakukan terhadap aktivis tersebut.

“Serem banget Bank Mandiri bisa disuruh sama aparat blokir rekening aktivis dari Pati yang lagi mau demo tanggal 27 di Jakarta nanti,” ujar Jefri, Senin (24/8/2026).

Jefri kemudian mempertanyakan kemungkinan akses terhadap data maupun aktivitas pribadi seseorang.

“Mereka bisa akses apa lagi yach? Big brother is watching you,” tukasnya.

Jefri Singgung Pembungkaman Sebelum Aksi

Jefri juga menyoroti waktu pemblokiran rekening yang disebut terjadi sebelum aksi digelar.

Ia menilai kondisi tersebut dapat dipersepsikan sebagai bentuk pembungkaman terhadap aktivitas seorang aktivis.

“Btw aktivisnya belum juga demo tapi udah dibungkam aja pake cara diabisin rekeningnya,” cetusnya.

Jefri kemudian mengaitkan persoalan tersebut dengan penggunaan uang negara.

Ia mempertanyakan apabila tindakan terhadap aktivis dilakukan dengan menggunakan kewenangan maupun fasilitas negara.

“Hebat sekalii ya uang pajak kita dipake buat nindes aktivis,” tegasnya.

 

Lihat di Threads

 

Rekening Mas Botok Berisi Rp80,9 Juta

Sebelumnya, aksi penyampaian pendapat di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, yang digelar AMPB diwarnai persoalan pemblokiran rekening.

Rekening Bank Mandiri milik Supriyono alias Botok disebut tidak dapat diakses saat dirinya tengah memimpin massa aksi pada Jumat (21/8/2026).

Rekening tersebut menampung dana sekitar Rp80,9 juta.

Dana itu disebut berasal dari tabungan pribadi Supriyono serta donasi publik untuk kebutuhan logistik, konsumsi, dan transportasi para demonstran asal Pati yang berada di Jakarta.

Merespons persoalan tersebut, Bank Mandiri akhirnya memberikan klarifikasi.

Corporate Secretary Bank Mandiri, Adhika Vista, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami nasabah.

“Bank Mandiri memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan kepada nasabah terkait pemblokiran rekening,” kata Adhika melalui keterangan tertulis, Minggu (23/8/2026).

Adhika menegaskan pemblokiran tersebut bukan keputusan sepihak Bank Mandiri, melainkan tindak lanjut atas permintaan aparat penegak hukum.

“Pemblokiran tersebut merupakan tindak lanjut atas permintaan aparat penegak hukum, dan telah dilakukan sesuai prosedur serta ketentuan yang berlaku. Bank Mandiri berkomitmen untuk terus mengedepankan prinsip Good Corporate Governance (GCG), kepatuhan, dan kehati-hatian dalam menjalankan layanan perbankan,” jelas Adhika.

Pemblokiran Disebut Berdampak pada Logistik Aksi

Persoalan pemblokiran rekening tersebut disebut berdampak terhadap operasional AMPB di lapangan.

Sebelum rekeningnya tidak dapat diakses, Supriyono juga mengaku mengalami gangguan pada sejumlah akun media sosial miliknya.

Ia menyebut tekanan finansial dan gangguan komunikasi digital tersebut berdampak terhadap pemenuhan kebutuhan para peserta aksi yang datang dari Pati, Jawa Tengah.

“Saat ini, hari ini, saya di Jakarta dan teman-teman sangat merasa terzalimi. Tadi malam akun TikTok saya diblokir. Lebih parah lagi, rekening saya ya, uang pribadi saya dan uang donasi dari teman-teman Rp80 juta sekian juga diblokir,” ujar Supriyono kepada awak media di area Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Sabtu (22/8/2026).

Sambil menunjukkan bukti transaksi serta notifikasi pemblokiran dari aplikasi perbankan di ponselnya, Botok mengungkapkan kekecewaannya.

Ia menilai pemblokiran rekening tersebut berdampak terhadap kebutuhan logistik massa aksi yang berada di Jakarta.

Artikel terkait lainnya