DEMOCRAZY.ID – Klaim pemerintah terkait padamnya kebakaran di Taman Nasional Way Kambas, Lampung, mendapat sorotan dari pegiat media sosial Jhon Sitorus.
Sebelumnya, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyampaikan kabar baik terkait penanganan kebakaran yang melanda kawasan konservasi tersebut.
Ia mengatakan api yang membakar sekitar 600 hektare lahan telah berhasil dipadamkan.
Namun, Jhon mempertanyakan klaim tersebut setelah menemukan pemberitaan yang menyebut petugas gabungan masih berjibaku memadamkan api di kawasan Way Kambas.
Perbedaan informasi tersebut kemudian membuat Jhon mempertanyakan kondisi sebenarnya di lapangan serta pihak yang memberikan informasi yang tidak sesuai.
Raja Juli sebelumnya menyampaikan perkembangan terbaru mengenai kebakaran di Taman Nasional Way Kambas.
Menurutnya, kebakaran yang melanda kawasan tersebut berhasil ditangani setelah api membakar area sekitar 600 hektare.
“Berita baik lain di Way Kambas, Taman Nasional Way Kambas di Lampung,” ujar Raja Juli, Senin (24/8/2026).
“Alhamdulillah tengah malam yang lalu api yang melahap sekitar 600 hektare lahan di Taman Nasional Way Kambas sudah bisa dipadamkan,” tambahnya.
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai kabar positif terkait upaya pemerintah menangani karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah.
Namun, Jhon Sitorus mengaku menemukan pemberitaan yang justru menunjukkan kondisi berbeda.
Menurut Jhon, laporan tersebut terbit tidak lama setelah adanya pernyataan bahwa kebakaran di Way Kambas telah berhasil dipadamkan.
“Ini ada berita, belum satu jam yang lalu pada Minggu 23 Agustus 2026. Judulnya apa? Kebakaran masih terjadi di Way Kambas,” ucap Jhon dalam keterangannya.
Jhon kemudian mengutip informasi mengenai petugas gabungan yang masih melakukan upaya pemadaman.
“Nah, menurut petugas gabungan, mereka masih berupaya memadamkan api sampai saat ini,” tukasnya.
Perbedaan informasi tersebut membuat Jhon mempertanyakan kondisi sebenarnya di lapangan.
Ia menyinggung laporan yang menyebut masih terdapat titik api di kawasan Way Kambas.
“Katanya, masih ada titik yang terbakar dan saat ini tim masih bekerja memadamkan api,” cetusnya.
Jhon kemudian mempertanyakan apakah informasi mengenai kebakaran yang masih berlangsung tersebut bertentangan dengan pernyataan Menteri Kehutanan.
“Artinya Way Kambas masih kebakaran atau terbakar. Jadi siapa yang bohong di sini? Menteri Kehutanan? Atau media,” sesalnya.
Menurut Jhon, perbedaan informasi terkait kondisi Way Kambas seharusnya dijelaskan secara terbuka agar publik tidak menerima informasi yang simpang siur.
Kata Raja Juli, Api di Way Kambas sudab padam Sabtu malam.
Kata Detik, Way Kambas masih terbakar pada Minggu malam.
Kalo Detik benar, artinya Menteri Kehutanan BOHONG demi laporan ABS ke Presiden Prabowo.
Kalian percaya Raja Juli atau Detik yang dapat info langsung dari… pic.twitter.com/mwlZwAp6u8
— Jhon Sitorus (@jhonsitorus_19) August 24, 2026
Jhon kemudian melontarkan dugaan mengenai kemungkinan adanya penyampaian laporan secara terburu-buru kepada Presiden Prabowo Subianto.
Ia mengaitkan klaim bahwa kebakaran telah berhasil dipadamkan dengan kemungkinan laporan penanganan karhutla kepada Presiden.
“Atau jangan-jangan Menteri Kehutanan pengen ngelapor cepat-cepat ke Presiden,” jelasnya.
Jhon bahkan menyampaikan sindiran mengenai kemungkinan laporan tersebut nantinya menjadi bahan yang disampaikan Presiden dalam pidato.
“Siap Pak, Way Kambas sudah aman. Lalu nanti Presiden akan menjadikan itu sebagai bahan pidato,” tutur Jhon.
“Penanganan kebakaran di Way Kambas sangat cepat, itu laporan yang saya terima, begitu maksudmu?” tandasnya.
Kalian jangan hanya MARAH ke Menhut Raja Juli Antoni, tapi juga Hashim Djojohadikusumo.
Dialah kepala satgas Taman Nasional yang membawahi 57 Tamanan Nasional di Indonesia.
Biar bagaimanapun, Hashim juga bertanggungjawab dengan kebakaran yang terjadi di berbagai Taman Nasional… pic.twitter.com/Ht7EYTwXmK
— Jhon Sitorus (@jhonsitorus_19) August 24, 2026