DEMOCRAZY.ID – Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) sempat mengalami intimidasi saat hendak menuju gedung parlemen di Jakarta pada, Senin (24/8/2026).
Bus yang mereka tumpangi mengalami penyerangan oleh orang tak dikenal dan menyebabkan kaca depan bis retak terkena lemparan batu.
Insiden itu menambah rangkaian dugaan intimidasi menjelang rencana demonstrasi mereka di DPR pada Kamis, (27/8/2026).
🚨🚨TEROR DI JALUR TOL, AMPB TETAP TEGUH! 🔥
Bus rombongan AMPB Pati dilaporkan dilempari batu oleh orang tak dikenal di Tol Karawang hingga kaca depan retak.
Baca JugaMeski insiden terjadi, semangat massa dikabarkan tetap kokoh.
Teror tak memadamkan langkah, justru memantik… https://t.co/zQpAdsFW4S pic.twitter.com/0WHMXHn0mg
— RL (@RA_leather) August 24, 2026
Sebelumnya, rekening dan akun sosial media koordinator massa aksi, Botok, juga mengalami pemblokiran.
Koordinator AMPB, Botok mengatakan salah satu bus yang ditumpangi mengalami penyerangan oleh orang tidak dikenal saat melaju di jalan tol di sekitar Karawang pukul 10.00 WIB.
“Ada dua orang pakai masker, pakai jaket. Kita dilempar batu,” kata Botok kepada awak media di Jakarta pada Senin, (24/8/2026).
Kata Botok, peristiwa penyerangan itu menyebabkan tiga orang, termasuk Botok, mengalami luka ringan akibat terkena serpihan kaca yang pecah.
Ia menduga penyerangan itu sebagai bentuk intimidasi untuk meredam suara kritis dari masyarakat sipil.
TEROR DAN INTIMIDASI –
Rombongan dari Pati yang sedang menuju Jakarta dikabarkan dilempari batu di KM 56 Tol Karawang.
Informasinya masih perlu diklarifikasi, tapi kalau benar, ini sangat disayangkan.
Baca JugaBeda pendapat boleh, tapi jangan sampai keselamatan orang jadi korban.… https://t.co/juue9J4gbc pic.twitter.com/qpr7b5q5hS
— ᴷᵒˢⁱᵐ Matkasah ⁵⁵⁵ (@Kosimatkasah) August 24, 2026
Namun ia mengembalikan kepada bagaimana masyarakat yang menilai.
“Nanti masyarakat aja yang menilai,” katanya.
Tak hanya itu, sejumlah masyarakat Pati lainnya yang hendak berangkat ke Jakarta juga harus menunda pemberangkatan.
Beberapa bus yang telah dipesan tiba-tiba melakukan pembatalan secara sepihak dan mendadak.
Botok menduga hal itu dikarenakan ada upaya intervensi oknum tertentu untuk menghalangi masyarakat melebur bersama massa aksi di Jakarta.