Kabinet Bayangan Diam-Diam Disiapkan Untuk Anies Baswedan? Orang Dalam Akhirnya Buka Suara!

DEMOCRAZY.ID — Spekulasi politik seputar arah pergerakan koalisi masyarakat sipil terus bergulir di tengah berbagai tanggapan dari para tokoh nasional.

Bantahan Terkait Arah Politik Kabinet Bayangan

Kemunculan kabinet bayangan yang dibentuk oleh koalisi masyarakat sipil belakangan ini masih terus menyeret berbagai spekulasi di panggung politik nasional.

Di tengah sorotan publik yang memandang gerakan tersebut, muncul sejumlah tudingan bahwa wadah oposisi publik itu disiapkan sebagai embrio kekuatan politik baru guna menghadapi Pemilu 2029, termasuk dugaan menjadi kendaraan politik untuk mendukung tokoh tertentu seperti Anies Baswedan.

Kendati demikian, dugaan tersebut langsung dibantah dengan tegas oleh Pakar Hukum Tata Negara, Feri Amsari.

Dalam struktur kabinet bayangan tersebut, Feri menduduki posisi sebagai menteri sekretaris negara dan menegaskan bahwa gerakan ini sama sekali tidak diarahkan untuk kepentingan Pilpres 2029.

“Kami sedang tidak bergerak ke sana (Pilpres 2029). Kami sedang menggerakkan kesadaran publik luas,” ujar Feri dalam podcast The Daily Buzz yang tayang di kanal YouTube Okezone, dikutip Jumat (21/8/2026).

Penguatan Mekanisme Checks and Balances

Feri menjelaskan bahwa esensi utama di balik pembentukan kabinet bayangan adalah untuk menghadirkan format oposisi alternatif serta mendorong masyarakat agar lebih aktif dalam mengawasi jalannya roda pemerintahan.

Menurutnya, konsep tersebut dibangun demi memperkuat mekanisme checks and balances yang dinilai belum berfungsi secara optimal di dalam lembaga legislatif formal.

“Kita membangun oposisi publik yang selama ini tidak kita rasakan di lembaga legislatif,” tambahnya.

Selain itu, ia juga menepis anggapan bahwa keterlibatan para tokoh dalam gerakan ini merupakan celah atau jalan pintas untuk meraih jabatan di pemerintahan.

Para anggota, kata Feri, telah mengikat diri dalam komitmen moral untuk tidak menerima posisi tertentu sebagai konsekuensi atas keterlibatan mereka di dalam kabinet bayangan tersebut.

Respons Terhadap Berbagai Label Politik

Menanggapi berbagai label dan bumbu politik yang dialamatkan kepada gerakan mereka—mulai dari tudingan sebagai kelompok buzzer hingga dikaitkan dengan sejumlah figur serta partai politik tertentu—Feri mengaku tidak ambil pusing.

“Kami merasa silakan saja (dikritik) apa pun tudingannya. Buzzer lah, (pendukung) Anies lah, Gatot lah, Ganjar lah, PKS lah, inilah, itulah,” ucap dia.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Survei dan Polling Indonesia (SPIN), Igor Dirgantara, sempat menilai bahwa format kabinet tandingan serupa di masa lalu kerap memiliki irisan dengan kekuatan partai politik tertentu.

Oleh karena itu, ia melihat adanya kemungkinan bahwa format gerakan saat ini dapat berkembang menjadi kekuatan politik baru apabila memperoleh sokongan tersembunyi dari figur maupun partai tertentu.

Artikel terkait lainnya