Organisasi Gibran Penerus Jokowi Nyatakan Siap ‘Mati-Matian’ Kawal Prabowo-Gibran Dua Periode!

DEMOCRAZY.ID – Aktivitas politik menuju Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 mulai dilakukan sejumlah kelompok relawan. Salah satunya organisasi Gibran Penerus Jokowi (GPJ).

GPJ menemui Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di kediamannya di Solo, Jawa Tengah, Selasa (11/8/2026).

Rombongan tersebut didominasi pengusaha sound horeg dari Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Pertemuan itu disebut sebagai ajang silaturahmi sekaligus konsolidasi awal.

Para anggota GPJ datang untuk meminta arahan Jokowi mengenai langkah politik mereka ke depan.

Ketua Umum GPJ Joko Loreng mengatakan organisasinya memang telah dibentuk untuk menghadapi momentum politik 2029.

Menurutnya, persiapan dilakukan sejak jauh hari agar relawan memiliki arah yang jelas ketika Pilpres 2029 tiba.

“GPJ sudah lama (terbentuk). Untuk persiapan Pilpres 2029,” kata Joko, Jumat (21/8/2026).

Selain membahas persiapan politik, pertemuan tersebut juga menjadi kesempatan GPJ menyampaikan apresiasi kepada Jokowi atas kepemimpinannya selama dua periode.

Joko mengatakan mereka juga ingin mendengar pandangan Jokowi mengenai perkembangan politik nasional.

“Ngobrol, silaturahmi. Minta arahan dari Bapak,” ujarnya.

Namun, Jokowi belum meminta GPJ melakukan pergerakan politik.

Menurut Joko, Jokowi justru meminta mereka menunggu perkembangan situasi.

“Arahan dari beliau suruh menunggu dulu. Arahannya begitu,” katanya.

Meski diminta menunggu, Joko memastikan anggota GPJ tetap solid.

Dia menyebut para relawan sudah siap jika sewaktu-waktu mendapat arahan untuk bergerak.

“Dari bapak suruh nunggu dulu. Tapi semua teman-teman sudah siap,” tegasnya.

Hal senada disampaikan anggota GPJ, Budi, yang juga dikenal sebagai pemilik usaha sound horeg.

Budi mengatakan GPJ akan mengikuti keputusan dan arahan Jokowi terkait langkah politik mereka.

“Ke depannya mau gimana, kita pokoknya ikut instruksi,” ujarnya.

Gerakan GPJ tersebut kemudian mendapat sorotan dari mantan Wakil Ketua Umum Relawan Projo, Budianto Tarigan.

Budianto menilai aktivitas politik Jokowi setelah tidak lagi menjabat sebagai presiden menarik untuk diperhatikan dalam konteks Pilpres 2029.

Menurutnya, kegiatan tersebut bisa berkaitan dengan upaya menjaga keberlanjutan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Di sisi lain, aktivitas tersebut juga dapat dikaitkan dengan masa depan politik Gibran.

“Apapun yang dilakukan dia hari ini erat kaitannya dengan kepastian dua periode dari Prabowo-Gibran. Atau setidaknya memastikan jalan politik untuk Gibran di 2029,” kata Budianto.

Namun, Budianto mengingatkan pemerintah agar tidak kehilangan fokus karena dinamika politik menuju 2029.

Menurut dia, pemerintah masih menghadapi berbagai persoalan ekonomi dan tantangan fiskal yang harus menjadi prioritas.

“Di tengah kondisi ekonomi dan tantangan fiskal yang berat, fokus utama seharusnya adalah keselamatan rakyat dan pemulihan ekonomi, bukan manuver politik kekuasaan menuju 2029,” ujarnya.

Pertemuan GPJ dengan Jokowi di Solo setidaknya menunjukkan bahwa kelompok relawan mulai melakukan konsolidasi lebih awal menjelang Pilpres 2029.

Untuk saat ini, GPJ mengaku masih menunggu arahan Jokowi sekaligus perkembangan politik nasional sebelum menentukan langkah berikutnya.

Artikel terkait lainnya