Kenapa Anies Bebas Safari Keliling Nusantara, Tapi Jokowi Justru Tuai Badai Kecaman?

DEMOCRAZY.ID — Perbandingan aktivitas safari politik yang dilakoni sejumlah tokoh nasional pasca-kekuasaan kembali memantik perdebatan hangat di ruang publik.

Pegiat media sosial Chusnul Chotimah turut angkat bicara menanggapi kelompok pendukung mantan Presiden ke-7 RI Joko Widodo—yang kerap diidentifikasikan sebagai “Termul” atau Ternak Mulyono—yang mempertanyakan mengapa agenda perjalanan Anies Baswedan tidak menuai gelombang penolakan separah yang dialami Jokowi.

Sentil “Termul”, Chusnul Ungkap Beda Janji Pensiun Anies dan Jokowi

Menurut Chusnul, protes keras yang kerap diterima Jokowi di berbagai daerah terjadi bukan tanpa sebab, melainkan akibat kontradiksi tajam antara janji masa lalunya saat hendak lengser dengan realitas pergerakan politiknya saat ini.

Ia mengingatkan bahwa Anies Baswedan tidak pernah sekalipun melontarkan pernyataan klaim akan sepenuhnya menarik diri dari ruang publik atau bersumpah untuk hidup sebagai rakyat biasa di kampung halaman layaknya narasi pensiun yang pernah diumbar Jokowi.

“Anies safari politik, termul ga terima, katanya Anies safari politik kok ga ada yang protes ya.. Termul lupa kalo Anies ga pernah bikin pernyataan, saya akan kembali ke Solo sebagai rakyat biasa,” tulis Chusnul melalui akun X (Twitter) pribadinya, dikutip Senin (10/8/2026).

Oleh karena itu, ia menilai sah-sah saja jika figur seperti Anies kembali bergerak aktif merajut simpul-simpul politik ataupun menyongsong kontestasi masa depan tanpa harus dihantam tudingan pengingkaran janji moral.

“Saya ga bela Anies, cuma betulkan cara berpikir termul yang otaknya cuma 1,9%,” tandasnya tajam.

Dua Wajah Aktivitas Politik Anies Pasca-Pilpres 2024

Menanggapi dinamika pergerakan tersebut, pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno, memetakan bahwa aktivitas sosial dan politik yang dijalankan Anies pasca-kekalahan di Pilpres 2024 terbagi ke dalam dua pola utama yang dinilai selaras dengan rekam jejak akademisnya.

Eksistensi di Forum Intelektual dan Akademik: Aktivitas pertama Anies banyak diisi dengan pemenuhan undangan sebagai pembicara di berbagai forum diskusi publik, baik di lingkungan perguruan tinggi negeri dalam negeri maupun panggung-panggung internasional.

“Dan itu adalah sesuai dengan style politik Pak Anies Baswedan yang memang berlatar belakang intelektual besar di dunia kampus, pernah jadi rektor,” ujar Adi Prayitno dalam kanal YouTube resminya, dikutip Jumat (7/8/2026).

Aksi Partisipatoris Pembangunan Infrastruktur Komunitas: Aktivitas kedua yang menyita perhatian publik adalah keterlibatan Anies dalam inisiatif pembangunan fasilitas publik di berbagai daerah, seperti peresmian proyek infrastruktur rakyat yang dinamai “Jembatan Titian Persatuan”.

Langkah ini dinilai sebagai bentuk kerja nyata yang bersifat partisipatoris di akar rumput.

“Beberapa waktu yang lalu kalau tidak salah Pak Anies Baswedan juga sempat meresmikan jembatan yang ada di Pandeglang di Banten sana. Kemudian di Karangtengah di Jawa Tengah, kemudian ada di Aceh Tengah beberapa waktu yang lalu,” pungkas Adi.

Artikel terkait lainnya