Relawan Merapat ke Solo! Jokowi Beri Lampu Hijau, Tanda Harga Mati Gibran Maju Pilpres 2029?

DEMOCRAZY.ID — Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, memberikan tanggapan terkait kemunculan kelompok sukarelawan bertajuk “Gibran Penerus Jokowi” yang secara terbuka mendeklarasikan dukungannya kepada Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka untuk menghadapi kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029.

Deklarasi tersebut mengemuka tidak lama setelah para sukarelawan itu melakukan pertemuan langsung dengan mantan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.

Pola Gerakan Sukarelawan Khas Gaya Politik Jokowi

Menurut Adi, fenomena bermunculannya barisan sukarelawan pendukung ini merupakan replika dari pola komunikasi dan penggalangan kekuatan politik yang selama ini lekat dengan identitas kepemimpinan Jokowi.

“Kalau bicara mengenai Jokowi, salah satu yang identik adalah munculkan sukarelawan di sejumlah daerah,” ujar Adi, dikutip dari kanal YouTube pribadinya, Jumat (14/8/2026).

Ia mengingatkan bahwa strategi pengerahan kelompok sukarelawan akar rumput telah menjadi instrumen efektif yang mewarnai perjalanan politik Jokowi sejak sukses berkontestasi dalam dua kali pemilu nasional pada 2014 dan 2019 silam.

Meski demikian, ia mencatat bahwa pembentukan jejaring sukarelawan sebenarnya juga kerap digunakan oleh tokoh-tokoh politik nasional lainnya seperti Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto, maupun Anies Baswedan dalam berbagai hajatan elektoral.

Membaca Proposal Politik Menuju Pilpres 2029

Lebih lanjut, Adi menilai bahwa konsolidasi dini para sukarelawan ini mengirimkan sinyal kuat bahwa kubu pendukung mematok target harga mati bagi Gibran Rakabuming Raka untuk kembali berlaga di kancah Pilpres 2029.

Berdasarkan pembacaan konstelasi saat ini, ia melihat adanya proposal politik dari lingkaran Jokowi agar Gibran dapat kembali mendampingi Presiden Prabowo Subianto sebagai calon wakil presiden untuk periode kedua.

Kendati demikian, respons dari internal Partai Gerindra maupun Presiden Prabowo sendiri sejauh ini masih menahan diri untuk memberikan kepastian terbuka.

“Namun, Gerindra dan Prabowo belum memberi jawaban terbuka. Alasannya, pemerintah ingin fokus menuntaskan visi misi Prabowo,” tutur Adi.

Menutup analisisnya, pengamat politik tersebut memetakan opsi lanjutan apabila koalisi petahana nantinya tidak lagi mengusung format pasangan yang sama.

Jika pinangan untuk kembali berpasangan dengan Prabowo tidak terwujud di 2029, Gibran dinilai tetap memiliki skenario alternatif untuk maju melalui poros kekuatan lain, yang berpotensi menciptakan skenario pertarungan langsung (head-to-head) di panggung nasional.

“Jika tidak maju, Gibran akan head to head dengan Prabowo. Gibran menjadi capres atau cawapres mendampingi calon lain,” pungkasnya.

Artikel terkait lainnya