Elektabilitas PSI Nyungsep di Angka 1,9 Persen, Jokowi Disindir: Udah Main Raja-Rajaan, Dapatnya Cuma Segini?

DEMOCRAZY.ID – Pegiat media sosial, Chusnul Chotimah turut menyoroti pergerakan politik yang dilakukan Partai Solidaritas Indonesia (PSI), yang mulai gencar dilakukan belakangan ini.

Salah satu yang paling menyedot perhatian adalah blusukan yang dilakukan elite PSI di Lampung dan Nusa Tenggara Timur (NTT) baru-baru ini.

Safari politik itu bahkan melibatkan langsung Joko Widodo (Jokowi).

Selain murni ada kegiatan PSI, safari politik yang dipimpin langsung mantan Presiden RI, Jokowi itu juga melibatkan komunitas adat di dua daerah tersebut.

Di Lampung, Jokowi dinobatkan dan menerima gelar adat Baginda Pemuka Bangsa.

Penganugerahan gelar dilaksanakan di Kedatun Keagungan, Kecamatan Labuhan Ratu, Bandar Lampung, pada hari Sabtu, 27 Juni 2026.

Sementara di NTT, Jokowi dinobatkan sebagai Sesepuh Raja-Raja Timor atau Saudara Raja-Raja Timor, dalam rangkaian Karnaval Gajah yang diselenggarakan oleh Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Pantai Tedis, Kota Kupang, pada 1 Agustus 2026.

Safari politik PSI yang dipimpin Jokowi inilah yang disoroti Chusnul Chotimah yang dikaitkan dengan hasil survei terbaru terkait tingkat keterpilihan partai politik jika pemilu digelar saat ini.

“Jokowi sudah pontang panting bikin acara dan drama di Lampung dan NTT, bahkan bikin acara raja-rajaan, PSI dapatnya cuma segini.😭🤣😭,” kata Chusnul Chotimah merujuk hasil survei elektabilitas partai politik dikutip Senin (10/8/2026).

Hasil survei dimaksud yakni yang dilakukan Indonesia Political Opinion (IPO) pada pada 27 Juli hingga 3 Agustus 2026.

Hasil survei nasional Indonesia Political Opinion (IPO) dilakukan pada 27 Juli hingga 3 Agustus 2026:

  1. Gerindra 17,5 persen
  2. PDIP 12,8 persen
  3. Golkar 10,4 persen
  4. Demokrat sebesar 8,1 persen
  5. PKB 7 persen.
  6. PAN 5,1 persen
  7. PKS 4,6 persen,
  8. NasDem 4,4 persen.PSI 1,9 persen
  9. PPP 1,6 persen
  10. Perindo 0,9 persen
  11. Gerakan Rakyat 0,5 persen
  12. Gelora 0,4 persen
  13. Hanura 0,2 persen.

Dari hasil survei IPO periode 27 Juli hingga 3 Agustus 2026 tersebut, salah satu yang jadi sorotan dan jadi perbincangan adalah tingkat keterpilihan PSI yang hanya berada di angka 1,9 persen, pada simulasi pilihan untuk kursi di DPR RI.

Kondisi ini dinilai bahwa safari politik yang melibatkan langsung Jokowi di berbagai wilayah terutama di Lampung dan NTT, tidak mampu memberi pengaruh terhadap elektabilitas PSI.

Direktur Eksekutif IPO, Dedi Kurnia Syah menyebut, hasil survei tersebut menunjukkan elektabilitas PSI relatif stagnan dalam kurun waktu 1,5 tahun terakhir.

“Partai Solidaritas Indonesia tidak mengalami perubahan di satu setengah tahun ini. Masih tetap di 1,9 persen, meskipun Joko Widodo melakukan roadshow ke sejumlah daerah,” kata Dedi Kurnia Syah.

Meski tingkat pengenalan masyarakat terhadap PSI terbilang cukup tinggi di mana ada sebanyak 70,2 persen responden mengaku mengetahui atau pernah melihat logo PSI, hal tersebut tidak mendorong elektoral yang signifikan terhadap PSI.

“Tingkat pengenalan tersebut belum berbanding lurus dengan tingkat keterpilihan. Dalam simulasi yang sama, PSI hanya meraih 1,9 persen suara,” kata Dedi.

Artikel terkait lainnya