Koleksi Gelar Adat Jokowi! Dari Sabang Sampai Merauke, Borong Penghargaan Budaya Demi Pamerkan Legitimasi Kekuasaan

DEMOCRAZY.IDPresiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) telah menerima banyak gelar kehormatan adat dari pelbagai daerah di Indonesia. Sejumlah gelar adat itu didapat Jokowi selama menjabat kepala negara hingga purna tugas.

Teranyar, Jokowi mendapatkan gelar Saudara Raja Raja Timor dalam Festival dan Karnaval Gajah di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Di Kupang, Jokowi disematkan sebagai Saudara Raja Raja Timor oleh para raja dari sejumlah kerajaan di Pulau Timor, di antaranya Amanatun, Malaka, Amanuban, Mollo, Biboki, Bikomi Nilulat, Amfoang, Kupang, dan Amarasi.

Dalam prosesi adat tersebut, Jokowi menerima tongkat dan kain adat sebagai simbol pengangkatan menjadi bagian dari keluarga besar kerajaan di Pulau Timor.

Para tokoh adat menyatakan penghormatan itu diberikan sebagai bentuk apresiasi atas pembangunan yang mereka rasakan selama kepemimpinan Jokowi, khususnya di Nusa Tenggara Timur.

Penghormatan dari para raja di Pulau Timor tersebut menambah daftar gelar adat yang diterima Jokowi dalam satu terakhir.

Jokowi juga sebelumnya dianugerahi gelar Baginda Pemuka Bangsa oleh Kedatun Keagungan Lampung.

Kedatun Keagungan Lampung menganugerahkan gelar adat Baginda Pemuka Bangsa kepada Jokowi.

Tokoh adat Lampung menyebut gelar tersebut merupakan penghormatan tertinggi yang diberikan atas pengabdian Jokowi selama memimpin Indonesia, sekaligus bagian dari tradisi muakhi yang mencerminkan persaudaraan, penghormatan, dan doa bagi seseorang yang dinilai berjasa.

Sementara itu, sejak menjabat sebagai Presiden, Jokowi juga telah menerima pelbagai gelar adat dari kerajaan, kesultanan, dan lembaga adat di berbagai wilayah Indonesia.

Gelar-gelar tersebut diberikan sebagai bentuk penghormatan atas kepemimpinannya maupun kontribusinya terhadap masyarakat dan pelestarian budaya.

Biji Nagara Madafalo dari Kesultanan Tidore

Jokowi menerima gelar adat Biji Nagara Madafalo atau Yang Dipertuan Agung Anak Negara dari Kesultanan Tidore, Maluku Utara, pada 8 Mei 2015.

Gelar tersebut diberikan langsung oleh Sultan Tidore H Husaeinsyah.

Penganugerahan itu didasarkan pada pertimbangan sejarah serta komitmen Kesultanan Tidore dalam menjaga dan melestarikan tradisi adat, meski di tengah berbagai keterbatasan.

Upu Kalatia Kenalean Da Ntul Po Deyo Routnya Hnulho Maluku

Pada 24 Februari 2017, Jokowi menerima gelar adat kehormatan Upu Kalatia Kenalean Da Ntul Po Deyo Routnya Hnulho Maluku di Kristiani Center, Ambon.

Ketua Majelis Latupati Maluku, Bonifaxius Silooy, menyematkan gelar tersebut berdasarkan keputusan para tetua adat Maluku.

Menurut Majelis Latupati, gelar itu diberikan karena Jokowi dinilai memiliki perhatian terhadap kesejahteraan masyarakat adat di Maluku.

Kapiteng Lau Pulo dari Lembaga Adat Tanah Bumbu

Pada 7 Mei 2017, Jokowi memperoleh gelar Kapiteng Lau Pulo dari Lembaga Adat Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.

Penganugerahan dilakukan dalam acara Puncak Budaya Maritim Pesta Laut Mappanretasi 2017 di Pantai Pagatan, Tanah Bumbu.

Ketua Lembaga Adat Tanah Bumbu Burhansyah mengatakan gelar tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas perhatian Jokowi terhadap pelestarian sumber daya laut.

Nama Adat Kambepit dari Suku Asmat

Saat melakukan kunjungan kerja ke Agats, Papua, pada 12 April 2018, Jokowi menerima nama adat Kambepit dari masyarakat Suku Asmat.

Nama tersebut merupakan nama seorang panglima perang Asmat dari rumpun Bismania yang dikenal sebagai sosok pemberani dan visioner.

Pemberian nama adat itu diputuskan melalui Musyawarah Pimpinan Lembaga Masyarakat Adat Asmat.

Bagi masyarakat Asmat, Kambepit merupakan simbol kepemimpinan yang mampu membawa perubahan dan kemajuan bagi komunitasnya.

Tuanku Sri Indera Utama Junjungan Negeri dari Kesultanan Deli

Jokowi juga menerima gelar adat Tuanku Sri Indera Utama Junjungan Negeri dari Kesultanan Deli saat melakukan kunjungan kerja ke Sumatera Utara pada 7 Oktober 2018.

Prosesi penyematan berlangsung di Istana Maimoon dan dipimpin oleh Pemangku Sultan Deli Tengku Hamdy Osman Delikhan Al-Haj.

Gelar tersebut merupakan gelar bangsawan tertinggi di lingkungan Kesultanan Deli.

Penganugerahan diawali dengan pemasangan tengkulok sebagai bagian dari prosesi adat sebelum gelar resmi disematkan kepada Jokowi.

Artikel terkait lainnya