Retak di Lingkaran Inti Kekuasaan: Prabowo Diprediksi Bakal Hadapi ‘Penolakan’ Mentah-Mentah dari Gibran Terkait Satu Perintah Ini!

DEMOCRAZY.ID — Retak di balik dinding kekuasaan Prabowo-Gibran kian hari kian sukar ditutup-tutupi.

Peneliti senior yang juga budayawan, Mohamad Sobary, melontarkan analisis tajam dan menohok ihwal hubungan dingin antara sang presiden dan wakilnya dalam menyikapi proyek ambisius berdarah-darah: Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sobary secara blak-blakan menilai bahwa Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bakal menolak mentah-mentah jika sewaktu-waktu diminta Presiden Prabowo Subianto untuk pasang badan membela program unggulan tersebut di hadapan publik.

Bukan tanpa alasan, Gibran disebutnya sangat paham bahwa di balik gegap gempita pencitraan, program MBG sarat dengan karut-marut dan kekeliruan fatal di lapangan.

“Prabowo punya pemikiran-pemikiran lepas dari apapun pemikirannya termasuk pemikiran yang keliru tentang MBG umpamanya, suruh Gibran ngomong MBG. Ayo ‘Bran, MBG ini gimana lu mewakili gua dah’ ya milih matilah dia daripada mewakili,” ungkap Sobary dalam tayangan di kanal YouTube Forum Keadilan TV, dikutip Senin (27/7/2026).

“Apa yang mau dia katakan? Program yang banyak kelirunya dan program yang sudah dibuktikan oleh publik ini keliru. Sekarang lu lurusin, Prabowo masih bisa ngelurusin kan,” imbuhnya tajam.

Prabowo Ditipu Orang Sekitar: Angka Indah di Atas Kertas, Hancur di Lapangan

Lebih jauh, intelektual senior tersebut menyoroti titik lemah kepemimpinan Prabowo yang kerap terjebak pada ilusi statistik semu.

Menurut Sobary, model kepemimpinan yang terlalu mendewakan angka-angka makro sangat rentan menjadi mangsa empuk bagi para penjilat di lingkar kekuasaan.

“Prabowo itu ditipu oleh orang kiri kanannya, dan orang-orang pemimpin-pemimpin yang mengandalkan angka memang pemimpin yang tidak terampil berpikir kualitatif,” tandas Sobary.

Kritik telak ini menemukan momentumnya di tengah kenyataan pahit yang dihadapi Istana saat ini.

Pemerintah pusat terpaksa mengambil langkah mundur dengan melakukan evaluasi besar-besaran terhadap Program MBG menyusul gelombang skandal: mulai dari temuan dugaan korupsi, bobroknya standar higienitas yang membahayakan anak-anak, hingga tata kelola penyaluran yang compang-camping.

Bahkan, di tengah kepanikan tersebut, Badan Gizi Nasional (BGN) digelandang untuk merombak total basis data penerima manfaat setelah terbukti banyak kelompok masyarakat mampu yang justru ikut menilep jatah rakyat miskin.

Retak Koalisi dan Bayang-Bayang Pemakzulan

Pernyataan Mohamad Sobary ini semakin melengkapi teka-teki disharmoni di lingkar inti Istana.

Ketika proyek mercusuar rezim mulai runtuh oleh realitas di lapangan dan hantaman skandal korupsi, para elite memilih untuk pasang jarak aman.

Alih-alih berdiri di barisan terdepan membela kebijakan yang kian dihujat publik, lingkaran kekuasaan justru terlihat saling lempar beban.

Di sisi lain, desakan politik luar biasa—mulai dari sorotan skandal hukum hingga isu-isu pemakzulan—terus membayangi trajektori politik Gibran di kursi nomor dua republik ini.

Ketika angka-angka statistik palsu mulai rontok dan borok tata kelola terbongkar ke permukaan, pertanyaannya tinggal menunggu waktu: seberapa lama lagi perahu tambal sulam Prabowo-Gibran ini mampu bertahan di tengah amukan badai krisis kepercayaan rakyat?

[FULL VIDEO]

Artikel terkait lainnya