Bikin Geleng-Geleng Kepala! Momen Prabowo Bingung dan Nggak Ngerti Apa Itu UKT Jadi Sorotan Tajam Netizen

DEMOCRAZY.ID – Di tengah hiruk-pikuk polemik biaya pendidikan tinggi yang kian mencekik leher mahasiswa dan orang tua murid, sebuah celah ironi justru tertangkap kamera.

Sosok yang memegang kendali tertinggi di negeri ini kedodoran dalam memahami istilah paling dasar yang jadi momok dunia kampus: Uang Kuliah Tunggal alias UKT.

Dalam rekaman video singkat yang beredar luas dan menuai sorotan tajam warganet di linimasa X, tampak momen ketika istilah tersebut dilontarkan.

Alih-alih langsung nyambung dengan keresahan publik yang tiap semester selalu menjerit soal lonjakan tarif golongan, respons yang ditunjukkan justru mengindikasikan ketidaktahuan atau kebingungan terhadap singkatan krusial tersebut.

Dalam video tersebut, terdengar celoteh spontan yang keluar ketika pembahasan mengenai biaya kuliah mencuat.

Dengan nada yang mencerminkan kebingungan, terlontar ucapan yang langsung menelanjangi ketidaktahuannya terhadap istilah populer di kalangan mahasiswa itu.

“1,2 juta mahasiswa dibantu biaya hidup Rp 800 ribu – Rp 1,4 juta per bulan, bebas UKT, UKT singkatannya apa itu?” kata Prabowo.

Sontak, potongan kalimat tanya polos tersebut langsung memantik reaksi pedas dari berbagai kalangan, termasuk para aktivis mahasiswa yang selama ini menjadi garda terdepan menolak komersialisasi kampus.

Video di Akhir Artikel

“Bagaimana mungkin seorang pemimpin negara yang memegang kendali penuh atas kebijakan nasional tampak asing dengan istilah UKT? Ini bukan sekadar akronim biasa, ini adalah simbol dari beban hidup jutaan anak bangsa yang ingin kuliah,” ujar salah satu perwakilan aliansi mahasiswa dengan nada geram, Selasa (21/7).

Menurut mereka, ketidaktahuan yang terungkap lewat kalimat tersebut membuktikan bahwa para elite di ring 1 kekuasaan benar-benar abai dan tidak peka terhadap realitas sosial di bawah.

Selama ini, isu kenaikan UKT di berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) sudah bertahun-tahun menjadi duri dalam daging bagi akses pendidikan kaum menengah ke bawah.

Janji-janji manis soal pemerataan pendidikan berkualitas kerap diobral di panggung kampanye, namun pemahaman mendasar di level teknis justru tampak compang-camping.

Kritik tajam pun turut dilayangkan oleh sejumlah pengamat kebijakan publik.

Mereka menilai, insiden kecil di depan kamera ini mencerminkan buruknya kualitas koordinasi dan penyerapan aspirasi di lingkaran pemerintahan.

“Kalau pejabat sekelas presiden saja masih harus bertanya-tanya apa itu UKT, jangan heran kalau kebijakan pendidikan kita ke depannya makin ngawur dan tidak berpihak pada rakyat,” tegas pengamat tersebut.

Ketika pucuk pimpinan dan para pemangku kebijakan masih gagap dengan penderitaan dan istilah dasar di dunia pendidikan, wajar jika publik kemudian menuntut pembuktian nyata.

Pertanyaannya sekarang, sejauh mana persoalan genting dunia pendidikan ini benar-benar dipahami oleh pemerintah, ataukah hal tersebut sekadar menjadi angin lalu di balik megahnya tembok istana?

👇👇

Artikel terkait lainnya