DEMOCRAZY.ID – Di tengah badai sorotan tajam dan laporan hukum yang bertubi-tubi mendarat di pundaknya, mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Roy Suryo, akhirnya mengambil langkah taktis.
Ia mendatangi langsung kampus Universitas Negeri Jakarta (UNJ) untuk mengambil ijazah asli gelar Doktor (S3) miliknya, meskipun prosesi wisuda tersebut telah dilaluinya sejak bulan Maret 2024 silam.
Langkah jempolan ini dibongkar sendiri oleh Roy melalui tayangan video di kanal YouTube pribadinya yang diunggah pada Sabtu (18/7/2026).
Dalam rekaman video yang diambil saat dirinya menyambangi Gedung Pascasarjana UNJ pada 15 Juli 2026, Roy blak-blakan membeberkan alasan di balik mangkraknya dokumen akademik tersebut di kampus selama bertahun-tahun.
Ia mengaku, keterlambatan pengambilan ijazah ini murni karena faktor kesibukan pribadi serta prosedur administrasi kampus yang kala itu memintanya bersabar menunggu penyelesaian berkas.
“Waktu itu maunya langsung diambil setelah wisuda di Sentul (SICC), tapi pihak kampus meminta menunggu beberapa hari. Setelah itu saya belum sempat balik lagi karena kesibukan, jadi ijazahnya tersimpan di UNJ,” ungkap Roy menjelaskan.
Tak bisa dipungkiri, keputusan mendadak Roy untuk segera menuntaskan urusan administratif ini juga tersulut oleh panasnya situasi belakangan.
Sorotan terhadap status akademiknya mendadak mencuat liar setelah dirinya resmi dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Selatan oleh Ketua Umum Gibranisti, Taufik Bilfaqih, atas dugaan pencemaran nama baik pada Kamis (16/7/2026).
Sebelum dokumen penting tersebut berpindah tangan, Roy yang didampingi oleh pengamat politik kritis, Ubedilah Badrun, diwajibkan merampungkan serangkaian prosedur ketat.
Mulai dari menyerahkan fisik buku disertasi asli, mengunggah karya ilmiah penelitian ke repositori digital resmi kampus, hingga menandatangani surat pernyataan anti-plagiarisme secara resmi.
Begitu lembar ijazah sah tersebut berada di genggamannya di pusat layanan informasi UNJ, Roy langsung pasang badan menepis seluruh narasi miring yang sempat berhembus kencang di ruang publik.
Ia menegaskan bahwa dokumen tersebut mematahkan segala tudingan sinis yang menyebut dirinya telah di-drop out (DO) dari program doktor.
“Ini bukti resminya,” tegas Roy memastikan keabsahan gelar akademiknya.
Menanggapi kehebohan publik ini, pihak birokrasi kampus turut angkat bicara meluruskan duduk perkara.
Salah satu dosen penguji Roy menilai bahwa keterlambatan alumni dalam mengambil ijazah pasca-wisuda merupakan dinamika yang lumrah dan kerap terjadi pada mahasiswa dari berbagai jenjang, baik strata satu, dua, maupun tiga.
Pihak fakultas menjelaskan bahwa lembaran ijazah memang tidak langsung dibagikan tepat di hari wisuda karena masih memerlukan tahapan finalisasi administrasi internal.
Bahkan, pihak kampus mengaku rutin proaktif menghubungi para alumni yang belum sempat mengambil dokumen kelulusan mereka.
Wakil Rektor UNJ, Ari Saptono, turut mempertegas posisi kampus dengan memberikan konfirmasi telak.
Ia memastikan secara hukum bahwa ijazah doktor milik Roy Suryo adalah sah, valid, dan sama sekali tidak memiliki cacat persoalan akademik.
Sebagai catatan penutup, perjalanan studi doktoral Roy Suryo di UNJ sendiri tergolong panjang.
Memulai langkah perkuliahan sejak tahun 2016, studinya sempat mengalami jeda sebelum akhirnya kembali dikebut lewat riset mendalam pada 2020 hingga sukses diwisuda pada 2024 lalu.