Soroti Pilihan Menteri Prabowo yang Bikin Ngelus Dada, Isi Buku Pemikiran Presiden Turut Dipertanyakan!

DEMOCRAZY.ID — Kritik menohok menyasar komposisi Kabinet Merah Putih buatan Presiden Prabowo Subianto.

Pegiat media sosial, Ferry Koto, blak-blakan mengaku heran dan prihatin melihat cara Prabowo memilih menteri-menterinya.

Ia bahkan membandingkan kepemimpinan Prabowo dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dalam urusan menempatkan sosok yang kompeten di posisi strategis.

Melalui unggahan di akun media sosial X pribadinya, Ferry menilai penyusunan kabinet di era Jokowi jauh lebih tertata dan terukur dibanding saat ini.

Ferry Koto: Jokowi Jauh Lebih Pintar Pilih Menteri Dibanding Prabowo!

Ferry menyebut bahwa meski Jokowi berstatus petugas partai, Jokowi masih memiliki pertimbangan kuat untuk menunjuk figur-figur ahli di bidangnya.

“Dari sisi memilih tim di Kabinet, harus diakui pak Jokowi jauh lebih baik dr Pak Prabowo. Pak Jokowi betul-betul mempercayakan pada orang yang kompeten di bidangnya, walau tak semua karena bagaimana pun beliau petugas partai,” tulis Ferry Koto, dikutip Rabu (21/10/2026).

Ferry secara terbuka mempertanyakan standar dan pertimbangan Presiden Prabowo saat membagi-bagikan kursi menteri kepada timnya.

“Yang saya herankan, pak Prabowo kenapa jadi bahlul milih tim?” sindir Ferry pedas.

Menteri dari Gerindra Banyak yang Zonk dan Tidak Kompeten!

Tak hanya menteri dari partai koalisi, Ferry Koto juga menguliti habis kualitas kader Partai Gerindra yang diberi jatah kursi kabinet oleh Prabowo.

Menurutnya, mayoritas dari mereka sama sekali tidak sesuai dengan posisi yang diembannya.

“Entah apa yang menyebabkan kebahlulan pak Prabowo. Bahkan kader-kader Gerindra yang beliau tempatkan di Kabinet, rata-rata ya tak kompeten, walau ada juga yang bagus dan cocok seperti Fadli dan Supratman AA. Yang lain, ngelus dodo, baik memang karena zonk sama sekali, maupun ndak cocok posisi,” celetuknya.

Pertanyakan Buku Pemikiran Prabowo: Hasil Pemikiran Asli atau Karangan Orang Lain?

Keheranan publik makin menjadi-jadi ketika membandingkan jajaran kabinet bongsor saat ini dengan gagasan besar Prabowo yang tertuang dalam buku-buku karyanya, seperti Paradoks Indonesia dan Strategi Transformasi Bangsa.

Buku-buku tersebut selalu mengagungkan efisiensi anggaran, penghematan negara, dan kemandirian bangsa.

Kenyataan bahwa Prabowo justru membentuk kabinet super gemuk dengan jumlah menteri dan wakil menteri yang sangat banyak membuat gagasan dalam buku tersebut dipertanyakan keasliannya.

“Bagi yang sudah pernah membaca pikiran2 pak Prabowo di buku2 yang beliau tulis, pasti ndak menyangka, setelah berkuasa bahkan untuk memilih tim saja Pak Prabowo ndak bisa. Ngawur-ngawuran. Kadang jadi berfikir, itu buku hasil pikiran beliau, atau karangan orang lain,” tandas Ferry.

Ketidakselarasan antara narasi di buku dengan realitas politik bagi-bagi kursi ini makin mempertegas bahwa pemerintahan saat ini berjalan tanpa arah serta abai terhadap prinsip efisiensi yang dulu digemborkan!

Artikel terkait lainnya