Selama Ada Prabowo Dedi Mulyadi Tak Akan Maju di Pilpres 2024, Kecuali…

DEMOCRAZY.ID – Nama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM mulai ikut diperbincangkan dalam bursa Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029.

Namun, pengamat politik Adi Prayitno menilai wacana Dedi Mulyadi maju sebagai penantang Presiden Prabowo Subianto masih sulit dibayangkan dengan melihat posisi politiknya saat ini.

Menurut Adi, persoalan tersebut bukan semata-mata berkaitan dengan popularitas maupun elektabilitas Dedi Mulyadi.

Ia menyoroti status KDM yang masih menjadi bagian dari Partai Gerindra, partai yang dipimpin Prabowo Subianto.

“Kalau Dedi Mulyadi, saya selalu mengatakan bahwa memang tidak rasional dan tidak tepat kalau Dedi Mulyadi itu dipersepsikan akan maju, apalagi head-to-head dengan Pak Prabowo Subianto di 2029,” kata Adi dalam tayangan YouTube Adi Prayitno Official, dikutip Senin (28/9/2026).

Adi menyebut posisi Dedi saat ini masih menunjukkan dukungan terhadap Gerindra dan Prabowo.

Kondisi itu, menurut dia, membuat wacana duel antara KDM dan Prabowo pada Pilpres 2029 belum memiliki dasar politik yang kuat.

“Mengingat per hari ini Dedi Mulyadi itu adalah kadernya Gerindra. Per hari ini Dedi Mulyadi selalu mengatakan terus dan tegak lurus bersama Gerindra dan Pak Prabowo Subianto,” ujarnya.

Dedi Mulyadi sendiri tercatat sebagai kader Gerindra dan menjabat Wakil Ketua Dewan Pembina DPP Gerindra.

Posisi tersebut menjadi salah satu faktor yang disoroti Adi ketika membahas kemungkinan KDM masuk dalam kontestasi Pilpres 2029.

Menurut Adi, pembicaraan mengenai peluang Dedi sebagai penantang Prabowo baru relevan apabila KDM tidak lagi berada di dalam Gerindra.

“Baru kemudian bicara tentang peluang, kesempatan, dan sangat mungkin misalnya akan head-to-head dengan Pak Prabowo Subianto,” ungkap Adi.

Ia menilai garis politik Dedi saat ini masih berada dalam satu barisan dengan Prabowo sehingga sulit membayangkan keduanya berhadapan langsung dalam Pilpres 2029.

“Sepanjang Dedi Mulyadi itu masih bersama dengan Gerindra, selalu bersama dengan Gerindra mendukung penuh Pak Prabowo Subianto, tak ada jalan ceritanya bagi Dedi Mulyadi untuk bisa maju di 2029,” sebutnya.

Meski demikian, Adi melihat masih terdapat kemungkinan lain apabila nama Dedi benar-benar masuk dalam konfigurasi Pilpres 2029.

Salah satunya adalah KDM menjadi calon wakil presiden yang mendampingi Prabowo apabila mendapat persetujuan dari partai-partai koalisi.

“Kecuali ada takdir misalnya Pak KDM itu direstui dan disetujui oleh partai-partai koalisi pendukung Prabowo sebagai calon wakil presidennya, tapi bukan dalam konteks dihadap-hadapkan. Beda ceritanya kalau KDM keluar dari Gerindra, baru di situlah kemudian kita akan bicara bagaimana analisa dan peluang-peluangnya,” imbuhnya.

Artikel terkait lainnya