

DEMOCRAZY.ID – Ustadz Ipung Atria menangapi provokasi Abu Janda yang koar-koar menuduh MASYARAKAT MUSLIM DI SOLO DITUDUH INTOLERAN karena MENOLAK PEMBANGUNAN GEREJA.
Ustaz Ipung Atria adalah seorang pendakwah, pakar kristologi, dan tokoh penting dalam pembinaan para mualaf di Indonesia.
Ia dikenal luas melalui perannya sebagai salah satu pimpinan dan pendakwah utama di Muallaf Center Nasional (MCN) Aya Sofya Indonesia.
Keluarga Pendeta: Ustaz Ipung Atria tumbuh di lingkungan Kristen yang sangat kuat. Ia merupakan anak dari seorang pendeta dan sempat menjadi seorang misionaris Kristen.
***
Berikut tanggapan Ustadz Ipung Atria yang ditulis di akun fbnya (7/8/2026) disertai video Youtube.
Oleh: Ustadz Ipung Atria
Abu Janda kembali memberitakan di dunia internasional, bahwa: terjadi intoleransi dari kaum muslimin di Banyuanyar Solo.
Kaum muslimin dituduh melakukan tindakan intoleran terhadap rencana pembangunan Gereja di Kelurahan Banyuanyar Solo, Kelurahan satu-satunya di Kota Surakarta yang mayoritas beragama Islam dan masih belum ada Gereja sejak era zaman penjajahan Belanda hingga sekarang.
NAH, MARI KITA CEK FAKTANYA.
TERNYATA, SANGAT BERBEDA DENGAN PEMBERITAAN ABU JANDA.
Kami dari Mualaf Center Nasional Aya Sofya mendatangi langsung ke lokasi kejadian. Nampak foto-foto: kami berada tepat di depan lokasi lahan yang akan dibangun Gereja.
Kami bersilaturahim ke sana, langsung bertemu dengan masyarakat, dan bertemu dengan para pejabat pemerintahan, hingga mulai ke lingkup lingkungan RT sekalipun.
BERIKUT ADALAH FAKTANYA:
(1) Gereja ternyata masih belum diurus sama sekali perizinannya.
(2) Bahkan, dalam tataran pengurusan hal yang sederhana dalam bidang surat-menyurat pun: ternyata masih belum ada sama sekali.
(3) Kami berjumpa dengan pihak yang netral: Ketua RT. Yang rumahnya berada tepat di depan lahan lokasi akan dibangunnya Gereja. Kami bertanya: Apakah pernah mengurus administrasi surat-menyurat perizinan di lingkup RT? Jawab beliau: masih belum ada.
(4) Bahkan, kami bertanya kepada Ketua RT: Apakah pernah kulo nuwun memberitahukan perihal rencana akan dibangunnya Gereja kepada pihak Ketua RT? Jawab beliau: juga masih belum pernah ada kegiatan kulo nuwun.
(5) Abu Janda membuat upaya playing victim ke dunia internasional, dengan menyulut pemberitaan yang menyudutkan kaum muslimin bahwa umat Islam adalah umat intoleran yang sukanya menolak pendirian Gereja.
(6) Alur pembangunan Gereja di Banyuanyar Solo ini nampak aneh. Administrasi surat menyurat tidak dilakukan, namun secara tiba-tiba dibuatkan kegiatan pemberitaan yang memicu kontra produktif di antara masyarakat Surakarta, bahkan hingga memicu pemberitaan nasional, hingga internasional.
(7) Diduga, hal tersebut memang sengaja dibuat, dalam rangka: memantik isu nasional, dengan tujuan potong kompas.
(8) Kami berjumpa dengan Pak Lurah Kelurahan Banyuanyar. Seluruh pejabat pemerintahan bersama masyarakat kaum muslimin sebenarnya netral dan bijaksana. Akan menerima apa pun kegiatan pembangunan Gereja, ketika surat-surat perizinan telah dikerjakan dan telah memenuhi syarat.
(9) Abu Janda ini adalah tokoh yang provokatif, dan aktif dalam memecah belah antar anak bangsa.
VIDEO LENGKAP: