DEMOCRAZY.ID – Massa BEM Universitas Indonesia tertahan di Kawasan Bundaran HI usai diadang ribuan aparat yang bersiaga dalam aksi demonstrasi.
Massa berjaket kuning itu sedianya akan berunjuk rasa di depan Istana Negara, namun kedatangan mahasiswa diblokade aparat TNI-Polri.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold Hutagalung sempat bersitegang dengan Wakil Ketua Umum BEM UI, Fathimah Azzahra.
Fathimah protes lantaran larangan berdemo hingga ke Istana tertahan.
Dalam video yang beredar, tampak Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Reynold Hutagalung melarang keras aksi longmarch mahasiswa UI.
Sementara kubu BEM UI tetap merangsek sambil bernegoisasi dengan Reynold agar bisa terus berjalan menuju Istana.
“Stop, sampe sini,” kata Reynold yang mengadang mobil komando massa BEM UI,” Selasa (18/8/2026).
“Hidup Mahasiswa!” teriak sejumlah massa sembari membentangkan banner aksi.
Reynold Hutagalung menyatakan pihaknya tak melarang massa untuk berunjuk rasa.
Ia mengatakan, yang dilarang adalah aksi demo yang berpotensi mengganggu aktivitas perkantoran.
“Boleh menyampaikan aspirasi tanpa menganggu aktivitas warga,” ujar Reynold.
Mendapat jawaban seperti itu, Fathimah lantad mencecar Kapolres karena dinilai alasan itu tak masuk akal.
“Bapak mengatasnamakan warga, tapi kalau tidak sesuai apa yang diomongkan bapak harus bertanggung jawab,” ucap Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra.
Perdebatan itu berjalan alot. Reynold tetap bersikukuh agar massa mahasiswa BEM UI tidak merangsek masuk karena dikhawatirkan menggangu aktivitas perkantoran di Bundaran HI.
“Iya silahkan, kami sudah berjalan tadi meski tidak warga seluruhnya. Semua warga disini berharap tidak masuk Bundaran HI,” ucap Reynold.
Fathimah lantas mempertanyakan sikap kepolisian tersebut.
Menurutnya, polisi tak menyebut secara eksplisit perihal pihak mana yang terganggu akibat aksi mahasiswa.
“Siapa yang terganggu, pak? Yang mana?” tanya mahasiswa UI.
“Kami atur satu jalur, berapa lajur di Bundaran HI,” kata Kapolres Jakpus.
“Pertanyaannya, siapa yang terganggu aksi kami. Kalau mereka dikasih kesempatan mereka akan aksi bersama kami, tapi dihalangi-halangi sama bapak,” ucap mahasiswa UI.
Perdebatan alot itu lantas membuat Kapolres Jakpus meminta massa demo BEM UI tidak menuju Bundaran HI.
Menurut dia, aksi mereka bisa berdampak pada warga dan karyawan perkantoran.
“Kami mohon maaf betul ini tanggung jawab saya, saya mohon rekan-rekan silahkan, kita pernah bertemu tapi jangan cederai aspirasi dan berdampak pada masyarakat,” ucap Reynold.
Untuk diketahui, BEM Universitas Indonesia (UI) membawa delapan tuntutan dalam aksi demonstrasi yang digelar di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat.
Massa berjaket almamater kuning itu datang dengan menyewa angkot usai bus carterannya dibatalkan sepihak oleh pemilik.